Udara dingin yang menyelimuti kawasan Al Hikmah IIBS Batu seketika mencair pada Jumat malam (26/12/2025). Di Hall Al Hikmah, suasana berubah menjadi riuh dan penuh tawa saat para siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) yang tengah mengikuti kegiatan One Week English Holiday (OWEH) 11 menggelar Pesta Bakso.
Lebih dari 100 mangkuk bakso berjajar rapi di atas meja panjang, menanti giliran untuk diisi. Pesta kuliner ini bukan sekadar jamuan makan biasa, melainkan sebuah simfoni kebersamaan yang dirancang untuk mempererat ikatan antara siswa, guru pendamping, hingga para tutor dari Fee Center Pare, Kediri.
Sensasi Autentik Abang Bakso
Ada pemandangan unik yang mencuri perhatian malam itu. Alih-alih disajikan secara prasmanan biasa, panitia sengaja menghadirkan sang penjual bakso lengkap dengan rombong (gerobak) khasnya langsung di depan aula.
Suara para peserta yang tak sabar menikmati nikmatnya rasa bakso khas Malang dan uap panas yang mengepul dari dandang menciptakan atmosfer Malang yang sangat kental. Anak-anak tampak antusias mengantre dengan tertib, menanti giliran untuk mendapatkan siraman kuah kaldu yang gurih.
“Aku tadi sebenarnya masih merasa kenyang, tapi setelah melihat isiannya dan mencium aroma kuah baksonya jadi ingin makan lagi”, ujar Angga sapaan akrab dari Muhammad Anggara Saputra, peserta dari kelas 6 sambil tersenyum.
Lebih dari Sekadar Makan
Isian mangkuk malam itu begitu menggoda selera: butiran bakso daging yang kenyal, siomay, tahu, hingga gorengan renyah khas Kota Malang. Namun, bumbu utama dari acara ini adalah interaksi yang terjalin di dalamnya.
Di dalam ruangan, terlihat para siswa duduk berjajar bersama para tutor Fee Center. Tak ada sekat antara guru dan murid; semuanya larut dalam obrolan ringan, candaan, dan cerita pengalaman selama berkegiatan di OWEH 11.
”Pesta bakso ini sengaja kami adakan sebagai sarana untuk saling mengakrabkan diri. Kami ingin anak-anak merasa nyaman dan membangun kedekatan emosional dengan para pendamping serta tutor dalam suasana yang santai,” ujar Ahmad Faizun, salah satu guru pendamping di sela-sela acara.
Malam itu, semangkuk bakso hangat berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, menyatukan hati, mengukir senyum, dan menciptakan memori manis yang akan terus diingat oleh para siswa SDMM sekembalinya mereka ke rumah nanti. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments