KawanMU pada hari keempat pelaksanaan aksi kemanusiaan melakukan kegiatan dukungan psikososial berupa Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis kepada para penyintas lanjut usia (lansia). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Tuhah, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (17/1/2026).
Pendampingan dilakukan dengan metode door to door, yaitu mendatangi penyintas satu per satu di lokasi pengungsian maupun di sekitar tempat tinggal mereka. Metode ini dipilih untuk memberikan ruang yang lebih personal bagi para lansia dalam menyampaikan pengalaman dan kondisi psikologis yang mereka alami pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh.
Dalam proses pendampingan, relawan KawanMU memberikan kesempatan kepada para penyintas untuk bercerita mengenai perasaan, kekhawatiran, serta pengalaman selama dan setelah bencana. Sejumlah penyintas menyampaikan bahwa trauma akibat banjir masih dirasakan hingga saat ini, terutama ketika kondisi cuaca menunjukkan tanda-tanda hujan.
Salah seorang penyintas lansia menyampaikan kekhawatirannya setiap kali hujan turun. “Kalau hujan, kami selalu takut air naik lagi,” ujarnya.
Selain persoalan trauma, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi keluarga juga banyak disampaikan oleh para penyintas. Keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan serta keberlanjutan pendidikan anak-anak menjadi persoalan yang masih dirasakan hingga pascabencana.
“Untuk makan kami juga susah, anak-anak kami juga perlu sekolah,” tambah penyintas lainnya.
Melalui kegiatan dukungan psikososial ini, relawan KawanMU memberikan pendampingan awal yang bertujuan membantu penyintas mengenali dan mengelola reaksi stres akibat bencana. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan komunikasi empatik, mendengarkan secara aktif, serta memastikan penyintas merasa didampingi selama proses pemulihan awal.
Selain memberikan dukungan psikologis, KawanMU juga melakukan pendataan terhadap berbagai kebutuhan penyintas, khususnya kelompok lansia yang tergolong rentan. Hasil pendataan tersebut kemudian dilaporkan kepada Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh sebagai bagian dari koordinasi penanganan dan pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan KawanMU di Aceh yang difokuskan pada pendampingan penyintas serta penguatan respons awal terhadap dampak sosial dan psikologis pascabencana banjir bandang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments