Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sako Kota Palembang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Musycab) untuk pertama kalinya, Sabtu (27/09/2025). Agenda ini menjadi momen bersejarah setelah pemekaran dari PCM Muhammadiyah Ilir Timur I Palembang.
Pelaksanaan Musycab perdana ini menampilkan dinamika yang jarang ditemui dalam forum serupa di lingkungan Muhammadiyah.
Dari total 21 calon anggota pleno yang ditetapkan Panitia Pemilihan, sekitar separuhnya terisi oleh energi muda, mulai mahasiswa, wiraswasta, pengusaha, guru, hingga aktivis.
Lahirkan 8 Nama Anggota Pleno
Hasil pemilihan kemudian melahirkan delapan nama sebagai anggota pleno tetap PCM Sako Palembang periode 2022–2027.
Mereka adalah Prof Dr Ahmad Roni sebagai Ketua, kemudian Darul Qutni, Mualimi, Handi Saputra, Yahya Azkin, M. Habibullah, M. Iqbal Wijaya, serta M. Rizky Kurniawan.
Komposisi ini mencerminkan dominasi kader muda yang telah lama berproses di Muhammadiyah maupun organisasi otonomnya.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki rekam jejak panjang di persyarikatan. Yahya Azkin, misalnya, pernah aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Medan sebelum melanjutkan kiprahnya di IPM.
Handi Saputra dikenal lama mengabdi di Amal Usaha Muhammadiyah, sementara M. Iqbal Wijaya saat ini menjabat Sekretaris Umum PW IPM Sumsel. Adapun M. Rizky Kurniawan pernah memimpin PC IMM UIN Raden Fatah Palembang.
Kehadiran generasi muda ini memunculkan perhatian publik. Sebab, struktur kepemimpinan Muhammadiyah pada umumnya masih banyak terisi oleh tokoh senior.
Padahal, organisasi membutuhkan energi, ide segar, serta produktivitas anak muda untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat adaptasi Muhammadiyah di tingkat akar rumput.
Ruang Strategis Anak Muda
Dalam sambutannya, Rizky menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi bukti keberanian PCM Sako memberi ruang strategis bagi anak muda.
Menurutnya, anggapan bahwa generasi muda belum saatnya memimpin sudah terpatahkan di forum ini.
“Kami berharap betul amanah tersebut dapat dijaga sebaik-baiknya. Hal itu penting sebagai ruang partisipasi agar kader muda dapat ikut menyelesaikan persoalan, memperkuat basis Muhammadiyah di masyarakat, serta mendorong kemajuan PCM Sako ke depan” katanya.
Sementara itu, Ketua terpilih Prof Ahmad Roni menilai keterlibatan anak muda justru membawa energi perubahan. Menurutnya, banyak kemajuan bangsa lahir dari kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, memberi mereka ruang dalam kepemimpinan Muhammadiyah adalah langkah tepat.
“Dengan optimis kita meyakini, bahwa kehadiran kader muda akan menjadi inspirasi bagi PCM lain. Kita mendorong agar organisasi tidak ragu melibatkan generasi muda, terutama mereka yang telah lama berproses di Ortom Muhammadiyah. Karena hanya dengan cara itulah regenerasi yang sehat dan berkelanjutan dapat terwujud” tutup Roni.






0 Tanggapan
Empty Comments