Maraknya praktik pernikahan anak dan Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) yang kerap dikenal sebagai sunat perempuan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan pelatihan fasilitator regional bertajuk VOICE Regional Training of Trainers (ToT) Jawa Timur.
Jawa Timur dipilih sebagai lokasi pelatihan karena masih tingginya angka pernikahan anak di sejumlah daerah. Kegiatan hasil kolaborasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) ini digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur pada Sabtu hingga Senin (24–26/1/2026).
Pelatihan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan tujuan memperluas dampak edukasi. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan menyenangkan dengan menggunakan metode pembelajaran gamifikasi. Peserta dibekali pengetahuan komprehensif tentang pernikahan anak dan FGM, mulai dari latar belakang terjadinya praktik tersebut hingga solusi yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Materi dikemas secara menarik, relevan, dan mudah dipahami. Selain pemahaman substantif terkait kedua isu tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik menjadi fasilitator yang efektif serta strategi kampanye digital guna memperluas jangkauan advokasi.
Salah satu peserta VOICE Regional ToT Jawa Timur asal Brebes, Faozan, mengungkapkan rasa syukur dan kesannya mengikuti kegiatan ini.
“Saya merasa beruntung bisa menjadi bagian dari kegiatan luar biasa yang mempertemukan saya dengan orang-orang hebat dan saling menginspirasi. Pengalaman ini sangat berkesan dan membuka perspektif baru bagi saya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut pelatihan, para peserta yang tergabung dalam beberapa kelompok diwajibkan melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa aksi edukasi langsung ke sekolah-sekolah dengan sasaran anak dan remaja.
Kelompok 4 Kenangan yang terdiri atas Faozan, Naura, Jannatul, dan Apta melaksanakan RTL bertajuk “Speak Up Your VOICE: Tubuh, Hak, dan Masa Depan Remaja” di SMA Muhammadiyah 3 (SMAMGA) Surabaya, tepatnya di kelas X-5, pada Senin (26/1/2026).
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan, dilanjutkan edukasi mengenai pernikahan anak dan FGM yang meliputi penyebab, mitos dan fakta, serta dampak keduanya terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan remaja.
Salah satu siswa SMAMGA Surabaya, Puteri, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Aku jadi tahu kalau pernikahan anak itu sangat dilarang karena bisa merusak kesehatan mental dan menyebabkan kemiskinan struktural,” tuturnya.
Kegiatan RTL ditutup dengan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman siswa, serta ice breaking yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini, IPM berharap kesadaran remaja terhadap hak atas tubuh, pendidikan, dan masa depan dapat semakin meningkat, sekaligus menjadi langkah nyata menghentikan praktik pernikahan anak dan FGM. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments