Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hijaukan Sekolah dengan Tanaman Produktif, SPEMIA Ikuti Ajang LLSMS 2025

Iklan Landscape Smamda
Hijaukan Sekolah dengan Tanaman Produktif, SPEMIA Ikuti Ajang LLSMS 2025
pwmu.co -
Foto bersama Tim Juri LLSMS PDM Gresik bersama Tim SPEMIA dan Kepala SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (Elisyah Susanty/PWMU.CO)

PWMU.COSMP Muhammadiyah 14 Driyorejo (SPEMIA) Gresik mengikuti ajang Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tahun 2025. Kegiatan visitasi oleh tim juri dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik dan Majelis Lingkungan Hidup dilaksanakan pada Rabu (30/7/2025).

Ini menjadi kali pertama SPEMIA mengikuti ajang tersebut sejak resmi berdiri pada tahun 2023. Sekolah yang berlokasi di Jl Raya Tenaru 3 No. 517 RT 008 RW 003 Dusun Klampok, Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo ini kini mulai memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Tim juri yang hadir dalam visitasi terdiri dari tiga orang, yaitu Ir Dodik Priambada SAk MSi (Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gresik), Tatik Erawati (Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik), dan Mardliyatul Faizun (Sekretaris Eksekutif PDM Gresik). Rombongan tiba di sekolah pada pukul 10.30 WIB dan langsung disambut dengan beragam penampilan siswa.

Seni bela diri Tapak Suci yang ditampilkan oleh Beiby Khansa Mikayla dan Clarynta Maulidya Noor Sabrina dari kelas IX membuka kegiatan penyambutan. Dilanjutkan dengan penampilan senam Anak Indonesia Hebat oleh Gaby Aulia Putri Widarko bersama anggota IPM lainnya, yang turut mengajak tim juri ikut serta dalam gerakan senam.

Kepala SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo, Muhammad Husen Al Asy’ari SPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak sekolah berupaya memenuhi seluruh kriteria penilaian lomba dengan sebaik-baiknya.

“SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo berusaha untuk memenuhi semua kriteria penilaian dengan tujuan untuk menjadikan budaya baru dengan menciptakan lingkungan sehat di sekolah, meskipun saat ini masih dalam tahap pembangunan gedung baru,” ujarnya.

Ir Dodik Priambada menyampaikan bahwa LLSMS bukan sekadar perlombaan, melainkan langkah strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

“LLSMS ini bukan hanya sekedar lomba tapi lebih kepada bagaimana menciptakan budaya lingkungan sehat untuk memberikan rasa nyaman kepada siswa saat di sekolah. Misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan di semua sudut dan area sekolah, membawa tumbler sendiri, serta memberikan ruang hijau dengan taman dan tanaman di beberapa sudut,” jelasnya.

Foto Ir Dodik Priyambada SAk MSi selaku Juri LLSMS saat melakukan survey lingkungan sekolah dibagian depan ruang kelas bersama Muhammad Husen Al Asy’ari SPd selaku Kepala SPEMIA (Elisyah Susanty/PWMU.CO)

Dukungan juga datang dari Majelis Dikdasmen PCM Driyorejo yang turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka mendorong penerapan langsung gerakan pengurangan plastik di sekolah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Mulai saat ini SPEMIA harus berusaha untuk tidak menggunakan lagi air minum dalam kemasan botol. Masing–masing siswa dan guru wajib membawa tumbler sendiri dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah,” tegas perwakilan dari PCM Driyorejo.

Pada saat peninjauan lokasi, Ir Dodik Priambada juga memberikan beberapa saran pengembangan area hijau.

“Di depan kelas bisa diberikan pot-pot berisi tanaman hias untuk mempercantik area kelas. Di bagian depan bisa diberi pot besar dengan tanaman produktif supaya lebih rindang lagi. Misalnya dengan tanaman mangga, kelengkeng, sirsak, dan lainnya,” tuturnya saat berdiskusi bersama kepala sekolah.

Meski luas lahan terbatas karena sebagian digunakan untuk pembangunan sarana baru, SPEMIA tetap menyediakan area taman. Taman tersebut dilengkapi dengan tanaman toga, tanaman hias, dan air mancur kecil sebagai elemen penyejuk.

Tatik Erawati memberikan apresiasi atas komitmen ini. “Sudah ada tanaman toga dan tanaman hias lengkap dengan air mancur yang dapat menghadirkan suasana adem. Dapat ditambahkan manfaat untuk masing–masing tanaman supaya siswa, guru, atau bahkan tamu bisa tahu manfaatnya,” ujar Tatik saat sesi evaluasi.

Kegiatan visitasi ditutup dengan dialog dan refleksi bersama seluruh tim, sebagai bagian dari proses pembelajaran kolektif untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, ramah, dan produktif. (*)

Penulis Elisyah Susanty Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu