Lamongan – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) kembali menunjukkan perannya dalam penguatan kapasitas mahasiswa melalui penyelenggaraan seminar bertajuk
“From Campus to National Stage: Strategi Tembus PKM, PPK Ormawa, dan P2MW”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di Auditorium Budu Utomo Universitas Muhammadiyah Lamongan.
Bekal Strategis Hadapi Program Nasional
Seminar ini digelar sebagai langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual sekaligus teknis dalam penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), serta Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).
Ketiga program tersebut merupakan skema nasional yang memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa untuk berinovasi, terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan potensi akademik dan kewirausahaan.
Sambutan Kaprodi PGSD
Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, A.F. Suryaning Ati MZ, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif HIMA PGSD yang dinilai selaras dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa saat ini.
Ia menegaskan pentingnya mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan dampak nyata melalui keterlibatan dalam program nasional.
“Mahasiswa PGSD harus berani memiliki mimpi besar dan berani melangkah hingga tingkat nasional. Melalui PKM, PPK Ormawa, dan P2MW, mahasiswa tidak hanya berlatih menyusun proposal, tetapi juga belajar memetakan persoalan, menawarkan solusi, dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat,” tutur A.F. Suryaning Ati MZ, M.Pd.
Target Lolos Pendanaan Nasional Tahun 2026
Lebih lanjut, ia berharap seminar ini mampu memacu semangat mahasiswa agar lebih serius dan konsisten dalam mempersiapkan proposal. “Saya berharap pada tahun 2026 semakin banyak proposal mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan yang berhasil lolos hingga tahap pendanaan.
Ide-ide kreatif mahasiswa perlu terus dikembangkan agar mampu memberi dampak lebih luas serta membawa nama baik PGSD UMLA di tingkat nasional,” tambahnya.
Pemateri Paparkan Strategi Lolos PKM
Seminar ini menghadirkan dua pemateri yang berpengalaman dalam pendampingan program nasional. Pemateri pertama, M. Azwar Annas, M.Si, menyampaikan materi mengenai tips dan strategi agar proposal PKM dapat lolos seleksi.
Ia mengulas secara rinci mulai dari pemilihan skema PKM yang tepat, penyusunan latar belakang masalah, hingga perumusan judul proposal yang relevan dengan tema serta kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kesalahan yang sering terjadi adalah kecenderungan mahasiswa memilih ide yang terlihat kompleks dan canggih, namun tidak sesuai dengan skema PKM yang dipilih.
“Banyak proposal tidak lolos bukan karena idenya kurang baik, melainkan karena ketidaktepatan skema serta lemahnya pemetaan masalah,” jelasnya di hadapan peserta.
Solusi Sederhana dan Rasional Jadi Kunci
Ia juga menekankan pentingnya solusi yang sederhana namun rasional dan aplikatif. Dalam penutup pemaparannya, M. Azwar Annas, M.Si menegaskan, “PKM bukan tentang ide paling canggih, melainkan ide yang paling tepat skema, berangkat dari masalah nyata, dan menawarkan solusi yang masuk akal.” Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena memberikan sudut pandang baru dalam penyusunan proposal PKM.
Tips dan Trik Lolos PPK Ormawa
Pemateri kedua, Muktamar Cholifah Aisiyah, M.Si, menyampaikan materi seputar strategi lolos PPK Ormawa. Ia memaparkan secara komprehensif berbagai ketentuan penting dalam penyusunan proposal, mulai dari perumusan judul, desain program pemberdayaan, hingga penyusunan anggaran yang realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menegaskan bahwa PPK Ormawa menuntut keselarasan antara program yang dirancang, kebutuhan masyarakat sasaran, serta perencanaan anggaran. “Anggaran bukan sekadar deretan angka, melainkan harus mencerminkan kebutuhan riil di lapangan dan mendukung keberlanjutan program,” ujarnya.
Semangat Pemberdayaan dalam PPK Ormawa
Dalam penutup materinya, Muktamar Cholifah Aisiyah, M.Si kembali menegaskan esensi PPK Ormawa sebagai program pemberdayaan. “PPK Ormawa hadir untuk mendorong mahasiswa agar benar-benar berdaya dan mampu menciptakan perubahan. Semangat utamanya adalah ‘Mahasiswa Berdaya, Desa Sejahtera’,” ungkapnya.
Membangun Budaya Akademik
Melalui seminar ini, mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh, terstruktur, dan aplikatif dalam menyusun proposal PKM, PPK Ormawa, serta P2MW. Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan budaya akademik yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan persoalan nyata di masyarakat.
Komitmen HIMA PGSD
Sebagai penyelenggara, HIMA PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Upaya ini ditujukan untuk mendukung peningkatan prestasi mahasiswa, baik di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments