Kelompok Hizbullah mengaku menargetkan kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di perairan lepas pantai Lebanon. Serangan tersebut disebut dilakukan pada jarak sekitar 68 mil laut dari pesisir.
Menurut Hizbullah, kapal perang Israel itu tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah Lebanon. Namun, pihak militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya insiden tersebut.
“Kami tidak mengetahuinya,” ujar militer Israel, dikutip dari AFP.
Situasi di kawasan Teluk terus memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—yang memicu lonjakan harga minyak global.
Dampak konflik kemudian meluas ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Lebanon. Ketegangan meningkat sejak 2 Maret, ketika Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan roket ke Israel.
Israel membalas dengan serangan besar serta operasi darat di Lebanon selatan. Dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (3/4/2026), militer Israel kembali menggencarkan serangan dengan menghancurkan jembatan di wilayah timur dan menggempur pinggiran selatan ibu kota Beirut.
Media pemerintah Lebanon melaporkan, jet tempur Israel menghancurkan jembatan yang menghubungkan wilayah Sohmor dan Mashghara di bagian timur negara tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments