Hujan lebat yang mengguyur wilayah Cerme pada Jumat sore (27/2/2026) tidak menghalangi kegiatan berbagi takjil yang dilaksanakan keluarga besar SD Al Islam Morowudi. Sekitar pukul 16.45 WIB, ratusan siswa bersama guru dan Ikatan Wali Murid (Ikwam) membagikan 1.000 kotak takjil kepada pengendara yang melintas di Jalan Raya Morowudi.
Para siswa kelas 5 yang sedang mengikuti program Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) tampak tetap bersemangat meskipun hujan turun deras. Dengan mengenakan jas hujan dan membawa payung, mereka menyapa pengendara sepeda motor maupun mobil, lalu menyerahkan kotak berisi makanan ringan dan air minum untuk berbuka puasa.
Sinergi Siswa dan Wali Murid
Persiapan kegiatan dimulai sejak pagi. Sekolah mengimbau seluruh siswa kelas 1 hingga 6 untuk berpartisipasi dengan membawa minimal tiga kotak takjil dari rumah. Dari partisipasi tersebut, terkumpul 1.000 paket yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat.
“Kami ingin anak-anak merasakan langsung kebahagiaan berbagi. Inilah wujud sekolah berkemajuan yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar Siti Fatimah, Wakil Kepala Sekolah SD Al Islam Morowudi.
Kegiatan ini juga melibatkan dukungan dari wali murid melalui Ikwam yang membantu proses pengumpulan dan pendistribusian takjil. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sosial yang diterapkan sekolah kepada para siswa.
PKDA: Penguatan Akidah dan Kepedulian Sosial
Aksi berbagi takjil merupakan bagian dari rangkaian PKDA yang wajib diikuti siswa kelas 5. Dalam program yang mengharuskan siswa menginap di sekolah tersebut, materi tidak hanya berupa pembelajaran agama di dalam kelas, tetapi juga praktik sosial di lingkungan sekitar.
Kepala SD Al Islam Morowudi menyampaikan bahwa PKDA tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Tadabur Al-Qur’an dan Berakhlak Mulia”. Selain kegiatan berbagi, siswa dibiasakan melaksanakan salat berjemaah, tadarus Al-Qur’an, serta belajar mengatur waktu saat sahur dan berbuka puasa.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah penguatan akidah dan akhlak. Kami ingin mereka memahami esensi ibadah melalui kemandirian dan empati tinggi terhadap sesama,” pungkasnya.
Melalui momentum Ramadan 1447 H, sekolah berharap pengalaman tersebut dapat menanamkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab yang berkelanjutan dalam diri siswa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments