Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ibu-Ibu Aisyiyah Diajak Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi dari Bahaya Narkoba

Iklan Landscape Smamda
Ibu-Ibu Aisyiyah Diajak Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi dari Bahaya Narkoba
Ibu-Ibu Aisyiyah Diajak Jadi Garda Terdepan Selamatkan Generasi dari Bahaya Narkoba. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan semata urusan aparat penegak hukum, melainkan masalah bersama yang menuntut kepedulian seluruh elemen bangsa, terutama keluarga dan komunitas akar rumput.

Hal tersebut disampaikan Arifin dalam paparannya pada kegiatan Pelatihan Tabligh Digital dan Komunitas bagi Muballighat ‘Aisyiyah Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan PP ‘Aisyiyah secara daring melalui Zoom Meeting,  Sabtu (7/2/2026).

Forum yang didominasi para ibu dan muballighat ini dinilai Arifin sebagai ruang strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam dakwah sosial yang menyentuh persoalan riil umat.

“Forum ‘Aisyiyah ini sangat strategis. Ibu-ibu adalah penjaga pertama keluarga. Jika kita abai, narkoba bisa masuk ke rumah-rumah kita tanpa permisi,” tegasnya.

Arifin mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa. Ia menyampaikan fakta yang menggugah kesadaran, bahwa di Indonesia setiap jam terdapat sekitar 2 hingga 3 anak yang meninggal sia-sia akibat narkoba. Angka ini, menurutnya, bukan sekadar statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang terus berulang.

Mengutip narasi data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Arifin menyebut bahwa Indonesia masih berada dalam kondisi darurat narkoba. Jutaan penduduk usia produktif terpapar penyalahgunaan narkotika, sementara peredaran gelap narkoba terus menemukan cara baru menembus berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan keluarga, pendidikan, dan komunitas keagamaan. Temuan BNN juga menunjukkan bahwa sebagian besar korban berasal dari kalangan muda, yang seharusnya menjadi harapan masa depan bangsa.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Karena itu, dakwah hari ini tidak cukup hanya berbicara mimbar ke mimbar. Dakwah harus hadir sebagai perlindungan sosial, sebagai ikhtiar menyelamatkan manusia dari kehancuran yang nyata,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Arifin mendorong para muballighat ‘Aisyiyah untuk memanfaatkan media digital dan basis komunitas sebagai sarana edukasi, pencegahan, dan pendampingan masyarakat dari bahaya narkoba. Dakwah, menurutnya, harus mampu membaca problem zaman dan menjawab kebutuhan umat secara konkret.

“Kepedulian adalah langkah awal. Dari kepedulian lahir gerakan, dari gerakan lahir harapan,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan nasional ini menjadi momentum penting penguatan peran muballighat ‘Aisyiyah tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang menjaga keluarga, komunitas, dan generasi bangsa dari ancaman narkoba. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu