Seribu empat ratusan warga Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan merayakan idulfitri di lapangan desa pada hari Jumat (20/3/2026). Tujuannya sebagai bentuk syukur atas sempurnanya kenikmatan beribadah bulan Ramadan yang penuh berkah.
Seluruh warga, laki-laki, perempuan, anak-anak dan orangtua makan atau minum. Lalu bersuci dan berpakaian yang bagus serta bersih. Warga berangkat ke lapangan sejak matahari sudah naik setinggi tombak. Warga merapatkan dan meluruskan barisan seraya bertakbir.
Warga pun memasukkan uang pada kaleng berjalan. Bendahara PRM Takerharjo menghitungnya. Totalnya Rp.14.832.000 (empat belas juta delapan ratus tiga puluh dua ribu rupiah). PRM mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan semoga dibalas Allah dengan balasan yang berlipat ganda.
PRM Takerharjo mengingatkan jemaah agar segera membayar zakat fitrah berupa beras. Baik untuk dirinya sendiri, istri, anak maupun janin yang masih dalam perut ibunya. Besarannya sekitar 3 kilogram atau setara uang Rp. 35.000.
Gayung bersambut. Jemaah yang membayar zakat fitrah ada 833 kepala keluarga. Hasilnya 2.315 gantang/9.360 kg/9.240 ton beras. Zakat fitrah disalurkan kepada 522 fakir miskin sebanyak 8.136 kg, Lazisnu dan Lazismu sejumlah 1.124 kg.
Jemaah juga bersedekah uang. Besarannya 5.000-50.000. Jumlah totalnya Rp. 36.804.000. Uang tersebut digunakan operasional, amil dan kas panitia.
Sesudah itu Yusron Shobahi, LC memimpin jemaah salat id. Imam mengeraskan bacaan dan menambahkan 7 takbir pada rakaat pertama, sedangkan 5 takbir pada rakaat kedua. Surat yang dibaca adalah sabbihis dan hal ataka.
Selanjutnya Yusron Shobahi, lc berkhutbah. Khotib membaca surat Al Baqarah 185. “wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurūn.”Ayat ini menekankan kemudahan, menyempurnakan bilangan puasa, serta bertakbir sebagai rasa syukur.
Syiar Islam
Khotib menambahkan bahwa hari raya merupakan syiar Islam. Asal usulnya yaitu ketika nabi Muhammad datang ke Madinah melihat orang Anshar bermain dengan bahagia setiap dua hari dalam setahun. Rasulullah menanya. “Hari apa?” Anshar menjawab. “Kami selalu bermain pada hari itu sebelum masuk Islam atau zaman jahiliah.” Maka Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya Allah telah menggantinya untuk kalian dengan dua hari raya, yaitu iduladha dan idulfitri.” Hadis diriwayatkan Abu Dawud.
“Umat Islam dilarang merayakan hari raya selain idulfitri 1 Syawal dan iduladha 10 Dzulhijjah. Muslim disunnahkan menunjukkan rasa bahagia dengan memakai pakaian yang bagus, dan perlombaan yang mengingatkan nikmat Allah,” tegas khotib.
Selepas itu jemaah pulang dari lapangan melewati jalan yang berbeda. Setiba di rumah saling bermaafan dengan anggota keluarga, khususnya yang pernah didzalimi. Sebab doa orang yang didzalimi senantiasa dikabulkan Allah. Lebih dari itu warga Muhammadiyah saling menyambung tali kekerabatan meskipun hanya dengan salam. Lantaran rahmat tidak turun kepada kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan tali kekerabatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments