Upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Selasa (25/11/2025) berlangsung haru dan penuh makna.
Bertindak sebagai pembina upacara ialah Ketua Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Almadany, Janita Firda Naini, S.Pd., yang hadir bersama seluruh pengurus 13 paguyuban kelas.
Dalam amanatnya, Janita mengajak peserta upacara untuk bersyukur karena dapat menikmati berbagai kenikmatan di hari peringatan ini.
“Alhamdulillah hari ini, kita berdiri dalam suasana yang penuh haru, penuh syukur, dan penuh perenungan,” ujarnya.
Lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2014 tersebut mengingatkan bahwa peringatan Hari Guru Nasional adalah momentum untuk menundukkan hati, mengenang sosok guru yang tidak banyak meminta, tetapi memberi begitu banyak.
Menurut perempuan yang pernah menjadi guru di MTs dan MA Al Musthofa Mojokerto ini, tema HGN 2025 “Guru Hebat, Negara Kuat” bukan sekadar slogan.
“Tema ini bukan sekadar ucapan yang indah, tetapi pernyataan tegas bahwa keberhasilan sebuah bangsa terletak pada kualitas guru yang mendidiknya. Ternyata kekuatan sebuah bangsa lahir dari ruang kelas biasa, dari papan tulis yang sederhana, dan dari suara seorang guru yang dengan sabar membimbing anak-anak bangsa,” tuturnya.
Bunda dari Muhammad Abid Aqila Pratama tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru atas ketulusan dan kesabaran mereka.
“Terima kasih telah mempercayai anak-anak kami, bahkan ketika mereka sendiri belum percaya diri. Terima kasih telah mengajarkan anak-anak kami bukan hanya cara menjawab soal, tetapi cara menghadapi kehidupan,” ucapnya.
Ia menggambarkan perjuangan guru yang kerap tidak terlihat.
“Kami menyadari bahwa perjuangan panjenengan semua tidaklah mudah. Ada malam-malam ketika guru masih terjaga menyiapkan materi. Ada pagi-pagi ketika guru berangkat paling awal, hujan badai diterjang meski rumahnya jauh. Ada waktu istirahat ketika guru memilih untuk membantu murid yang belum paham,” katanya.
Ia melanjutkan, di ruang kelas sederhana guru mampu mengubah kebingungan menjadi pemahaman, rasa takut menjadi keberanian, dan ketidakpastian menjadi harapan.
“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai: kejujuran, tanggung jawab, budi pekerti, dan cinta pada pengetahuan. Untuk semua itu, izinkan kami, Ikwam dan seluruh wali murid, kembali mengatakan: Terima kasih Ustaz–Ustazah SD Almadany,” tegasnya.
Perempuan yang tinggal di Taman Ruby PPS Suci, Manyar, itu juga berpesan kepada siswa-siswi SD Almadany untuk menghargai guru. Ia mengingatkan agar siswa bertanya kepada diri sendiri:
“Sudahkah kita menyapa mereka dengan sopan, mendengarkan nasihat mereka, dan berterima kasih atas ilmu yang mereka beri? Ingatlah, guru bukan hanya menyampaikan pelajaran, tetapi menuntun kalian yang dulu datang sebagai anak-anak biasa lalu tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi dunia.”
Ia juga menekankan bahwa di era kecerdasan buatan, robot, dan teknologi digital, ada satu hal yang tidak dapat digantikan: sentuhan guru.
“Mesin dapat memberi jawaban, tetapi guru memberikan makna. AI dapat mengajarkan teori, tetapi guru mengajarkan karakter. Sistem dapat memberi nilai, tetapi guru menanamkan akhlak mulia,” ujarnya.
Janita berharap guru-guru SD Almadany selalu sehat, kuat, dan dilimpahi kebahagiaan, serta kesejahteraan guru semakin meningkat seiring bertambahnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru. Ia juga berharap kerja sama antara sekolah, guru, ikwam, dan wali murid terus berjalan baik demi kemajuan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments