Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur menggelar kajian keluarga bersama ustadz Salim A Fillah, Sabtu pagi (9/8/2025) di Horison Grand Ballroom jalan Kalimantan Nomor 12 A, Wonorejo, GKB, Gresik.
Kajian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diawali dengan berbagai tampilan, sambutan, dan penyampaian informasi sekolah. Acara dipandu oleh Master of Ceremony (MC), Yessy Agustin, dengan Ustadz M Fadloli SSi MPd sebagai moderator.
Sejak pukul 06.30 WIB, para ayah dan bunda wali murid SDMM mulai berdatangan dan memenuhi area kegiatan. Kajian keluarga secara resmi dibuka oleh moderator tepat pukul 08.00 WIB.
Mengawali kajian keluarga tersebut, Ustadz Salim A. Fillah menyampaikan tiga cara umat Muslim dapat masuk surga.
Pertama, masuk surga tanpa hisab, yaitu golongan orang yang masuk surga tanpa perhitungan amal. Kedua, masuk surga setelah melalui proses hisab, baik itu hisab yang ringan, yaitu perhitungan amal yang dilakukan dengan cepat dan tidak memberatkan. Golongan ini adalah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, namun masih memiliki kesalahan atau dosa yang tidak terlalu besar.
Sementara itu, yang ketiga adalah orang-orang yang masuk surga setelah melalui hisab yang berat, yaitu perhitungan amal yang sangat detail dan penuh pertimbangan. Mereka adalah golongan yang banyak melakukan dosa dan kesalahan selama hidupnya, namun masih memiliki keimanan.
“Dua golongan yang disebutkan terakhir adalah orang-orang yang masih mempunyai iman, namun mereka itu perlu transit dulu ke neraka dalam waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT, sesuai banyaknya keburukan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia,” ujar Ustadz Salim.
Menurut, Ustadz Salim, mereka adalah golongan yang akan diselamatkan oleh Allah SWT, diangkat dari neraka dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga.
Pendakwah dan penulis dari Yogyakarta ini juga menyampaikan tentang beratnya peran seorang Bapak atau Ayah sesuai dengan kandungan Surat At-Tahrim Ayat 6.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Bahagia Dunia Akhirat, Masuk Surga Bersama Keluarga
Selanjutnya, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyampaikan empat kunci utama agar dapat masuk surga bersama keluarga.
“Pertama adalah kekuatan saling mendoakan antar anggota keluarga, antara suami dan istri, orang tua kepada anak, serta anak kepada orang tua,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa doa merupakan senjata utama bagi kaum Muslim. Melalui doa, seorang hamba dapat berkomunikasi langsung dengan Allah SWT untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan rahmat-Nya. Doa juga menjadi sarana untuk mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan hidup.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa doa yang begitu istimewa untuk sebuah keluarga yaitu:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Setiap anggota keluarga harus memiliki keyakinan bahwa doa akan dikabulkan. Tidak ada yang instan. Kesuksesan seseorang hari ini bisa jadi merupakan buah dari doa penuh berkah yang dipanjatkan oleh orang tuanya di masa lalu,” tuturnya.
Selanjutnya, menurut Ustadz Salim, kunci kedua adalah bersyukur, yang berarti suami bersyukur atas keberadaan istri, begitu pula sebaliknya.
“Orang tua bersyukur kepada anak, dan anak pun demikian. Penting untuk membiasakan diri selalu mengucapkan terima kasih antar anggota keluarga,” tegasnya.
Sementara kunci ketiga dan keempat adalah saling menjaga dan saling bersabar dalam segala situasi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments