Tim HWFC yang beraga di Liga 4 Jawa Timur periode 2025-2026. Foto: Istimewa
pwmu.co -
Hizbul Wathan Football Club (HWFC) masih menjaga asa melangkah ke babak 16 Besar Liga 4 Jawa Timur musim 2025/2026. Ini setelah tim berjuluk Laskar Matahari itu menahan imbang Persema Malang tanpa gol pada laga babak 32 besar Grup AA.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Rabu (7/1/2026) sore itu, berlangsung ketat sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Kick off yang dimulai pukul 15.00 WIB menghadirkan duel sarat tensi antara dua tim yang sama-sama mengincar kemenangan.
Persema Malang yang bertindak sebagai tuan rumah tampil agresif, namun pertahanan solid HWFC mampu meredam setiap peluang yang tercipta. Di sisi lain, HWFC juga beberapa kali mengancam, meski belum mampu mengonversinya menjadi gol.
Hasil imbang tersebut membuat peta persaingan di Grup AA semakin terbuka. Grup ini dihuni oleh empat tim, yakni Persedikab Kediri, Persema Malang, Perseta Tulungagung, dan Hizbul Wathan Football Club, klub kebanggaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Berdasarkan klasemen sementara, Persedikab kokoh di puncak grup dengan koleksi enam poin. Posisi kedua ditempati Persema Malang dengan dua poin hasil dari dua kali imbang.
Sementara itu, Perseta Tulungagung dan HWFC berada di posisi berikutnya dengan masing-masing mengoleksi satu poin dari hasil satu kali kalah dan satu kali imbang.
Meski baru mengantongi satu poin, peluang HWFC untuk lolos masih cukup terbuka. Penentuan nasib akan bergantung pada laga terakhir fase grup.
Jika pada pertandingan pamungkas Persema Malang menelan kekalahan dari Persedikab Kediri, sementara HWFC mampu meraih kemenangan atas Perseta Tulungagung, maka HWFC dipastikan lolos ke babak 16 besar dengan menempati peringkat kedua dan mengoleksi empat poin.
Namun, skenario lain juga masih mungkin terjadi. Apabila hasil pertandingan berakhir imbang, maka akan ada kemungkinan tiga tim mengoleksi poin yang sama.
Sesuai regulasi Liga 4 Jawa Timut penentuan peringkat akan ditentukan melalui sejumlah kriteria berurutan, mulai dari selisih gol, jumlah gol yang dicetak, hasil head-to-head, poin fair play (kartu), hingga undian jika seluruh indikator masih sama.
Tim HWFC di bench Stadion Gajayana. Foto: Istimewa
Pelatih HWFC, Juli Adam, menegaskan bahawa timnya tidak ingin bergantung pada hitung-hitungan klasemen. Dia menargetkan kemenangan penuh pada laga terakhir fase grup.
“Makanya, kami ingin pertandingan terakhir mendapatkan poin penuh. Anak-anak sudah bekerja keras, dan kami optimistis bisa tampil maksimal di laga penentuan,” ujar Yuli.
Yuli yang didampingi asisten pelatih Nabil Nazzario dan Arief Rachman, menilai performa timnya terus mengalami peningkatan dari laga ke laga.
Menurutnya, kedisiplinan lini belakang dan semangat juang pemain menjadi modal penting menghadapi pertandingan terakhir.
Optimisme juga disampaikan Direktur HWFC, Ir. Sudarusman. Dia menilai peluang HWFC untuk lolos ke babak 16 besar masih sama besar dengan tim lainnya di Grup AA.
“Secara peluang masih terbuka dan sama. Kami percaya dengan kerja keras tim pelatih dan pemain. Yang penting sekarang fokus menghadapi laga terakhir,” katanya.
Dukungan penuh dari warga Muhammadiyah turut menjadi energi tambahan bagi skuad HWFC.
Selama berada di Malang, HWFC mendapatkan sokongan langsung dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Malang serta para suporter yang memadati stadion dan memberikan dukungan tanpa henti sepanjang pertandingan.
HWFC dijadwalkan melakoni laga terakhir melawan Perseta Tulungagung pada Jumat (9/1/2026) sore. Pertandingan tersebut akan menjadi laga hidup-mati bagi HWFC dalam upaya menembus babak 16 Besar Liga 4 Nusantara.
Dengan semangat juang tinggi, dukungan moral dari warga Muhammadiyah, serta target meraih poin penuh, HWFC bertekad menutup fase grup dengan hasil terbaik dan menjaga harapan untuk melangkah lebih jauh di kompetisi ini.
“Kami mohon dukungan, khususnya dari warga Muhammadiyah. Semoga HWFC bisa lolos babak 16 besar,” pungkas Sudarusman. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments