Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

IMM Surabaya Gelar Aksi Damai Tolak Surabaya Waterfront Land

Iklan Landscape Smamda
IMM Surabaya Gelar Aksi Damai Tolak Surabaya Waterfront Land
Aksi damai PC IMM Kota Surabaya toalk SWL. (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah terik siang matahari, dering klakson puluhan kendaraan sepeda motor, dua truk dan 12 mobil angkot berbaris di Bundaran ITS, Senin (22/9/2025). Dari titik kumpul ini, massa aksi mulai bergerak pukul 11.10 WIB untuk menolak proyek Surabaya Waterfront Land (SWL).

Aksi damai ini digelar oleh Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3) di mana Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya menjadi bagian dari massa aksi.

Gabungan massa aksi itu menyebut gerakan ini sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Mereka menilai proyek SWL berpotensi menimbulkan dampak ekologis yang merugikan warga sekitar terutama yang berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak.

Tuntutan utama dalam aksi ini adalah mendesak Wali Kota Surabaya dan Gubernur Jawa Timur untuk menolak SWL. FM3 juga meminta agar izin proyek SWL dicabut dan segala proses agenda yang mengarah pada penerbitan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) segera dihentikan.

Ketua PC IMM Kota Surabaya, Erfanda Andi Mada, menyatakan bahwa pada dasarnya, kami ingin menang hari ini, dalam arti Wali Kota mau menandatangani nota kesepahaman yang telah kami buat.

Nota kesepahaman itu berisi permintaan penghentian segala kegiatan yang mengarah pada izin AMDAL serta izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Tadi kami sudah masuk dan diterima, tetapi jawabannya tidak memuaskan. Kami berharap bertemu langsung dengan Wali Kota, tetapi ternyata hanya ditemui oleh Asisten I. Karena tidak ada kejelasan dan tidak kooperatif, kami memutuskan keluar,” ujarnya.

Sebelumnya, IMM Surabaya bersama FM3 sudah berkonsolidasi bahwa jika tuntutan hari ini tidak diindahkan, maka jangan salahkan warga bila menggunakan cara mereka sendiri.

Menurut Erfanda, selama ini mengikuti alur yang diberikan Pemkot dan berusaha kooperatif, tetapi jika Pemkot justru tidak kooperatif, maka warga akan mengambil sikap. Itulah bentuk kekesalan masyarakat pesisir.

“Jika tuntutan ini tetap tidak dipenuhi, pasti akan ada konsolidasi lanjutan untuk menentukan langkah berikutnya dalam menghadapi PT Granting. Warga sudah siap untuk berjuang,” tambahnya.

IMM Surabaya mengajak seluruh elemen mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, dan warga kota untuk turut serta memperhatikan isu lokal ini. Ia juga menegaskan bahwa aksi hari ini pun dilakukan secara tertib dan damai.

Aksi demonstrasi ini dilanjutkan ke Kantor Gubernur Jawa Timur, untuk menyampaikan tuntutan yang sama. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu