Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Implementasi Garpu di Spemutu Gresik, Bentuk Personal Hygine Siswa

Iklan Landscape Smamda
Implementasi Garpu di Spemutu Gresik, Bentuk Personal Hygine Siswa
Siswa Spemutu Gresik bersama Tri Wahyuningsih SPd (Jilbab kuning) saat melaksanakan Garpu di pagi hari. (Bening/PWMU.CO)
pwmu.co -

Memotong kuku merupakan salah satu sunah fitrah yang dapat dilakukan muslim muslimah pelajar Muhammadiyah. Selain sebagai sunah fitrah, memotong kuku juga bermanfaat untuk menjaga kebersihan diri yang terkait dengan kesehatan manusia.

Hal ini diperkuat dengan sebuah hasil jurnal kesehatan yang dirilis pada tahun 2020 menyebutkan bahwa kotoran yang terdapat di bawah kuku beberapa di antaranya mengandung larva cacing kremi (Enterobius vermicularis) hingga larva cacing Ascaris lumbricoides penyebab penyakit cacingan yang menginfeksi 66% penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta jiwa.

Sadar dengan pentingnya fenomena tersebut terutama kebersihan kuku tangan, maka bapak ibu guru SMP Muhamadiyah 1 (Spemutu) Gresik, rutin menggalakkan kegiatan “Garpu” setiap pagi ketika menyambut siswa di sekolah.

Garpu merupakan kepanjangan dari Gerakan Potong Kuku, sebuah gerakan sederhana namun bermakna sebagai salah satu cara sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik terutama menyangkut aspek kedisiplinan serta kesehatan di sekolah.

Kepada kontributor PWMU.CO, Kepala Urusan Kurikulum, Tri Wahyuningsih SPd, menerangkan tujuan dijalankannya Garpu.

Menurutnya, kebiasaan sederhana dengan memotong kuku di sekolah mempunyai tujuan membentuk karakter siswa Spemutu secara holistik terutama menyangkut aspek kedisiplinan serta kesehatan di sekolah.

“Garpu merupakan sebuah cara bagi kami bapak ibu guru di Spemutu Gresik untuk menekankan bahwa memotong kuku merupakan salah satu bentuk personal hygine, sebuah usaha pemeliharaan kesehatan diri siswa yang bertujuan mencegah terjangkitnya penyakit, serta memperbaiki status kesehatannya. Salah satu indikator dari personal hygiene adalah perawatan kaki, tangan, dan kuku,” ujar guru Ilmu Pengetahuan Alam tersebut.

Kebiasaan memotong kuku juga juga dianjurkan di dalam al-Quran pada surat al-Baqarah ayat 222, yang artinya “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

Didukung juga oleh sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut buku ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara lugas ia pun juga memberikan apresiasi positif bagi siswa Spemutu yang sudah secara mandiri untuk memotong kuku dari rumah.

Antusias Garpu ini pun mendapatkan tanggapan positif dari siswa Spemutu, salah satu siswa kelas VIII C, Tiva Sevira Ariesta sangat bersyukur dengan adanya Garpu di sekolahnya. Menurutnya sebagai pelajar Muhammadiyah personal hygine penting dilakukan.

“Mungkin beberapa teman menganggap bahwa Garpu tidak penting, tetapi bagi saya sangat penting, terlebih lagi dengan adanya gerakan ini saya belajar untuk menjaga kebersihan diri, dan terlebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri,” jelasnya.

“Sepengetahuanku, kuku tangan merupakan tempat berkumpulnya kotoran, bakteri, jamur, hingga parasit. Ini dikarenakan, kuku tangan memiliki celah yang berkontribusi pada penyebaran infeksi seperti cacingan yang terjadi di provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu. Semoga kita semuanya tetap sehat, dan mampu meraih prestasi belajar dengan maksimal,” tutupnya.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu