Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Industri Kreatif Melaju Kencang, Akankah Negara Cuma Jadi Penonton?

Iklan Landscape Smamda
Industri Kreatif Melaju Kencang, Akankah Negara Cuma Jadi Penonton?
Ilustrasi: Shutterstock.
Oleh : Dina Irsyada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
pwmu.co -

Industri kreatif sudah bukan lagi sekadar istilah trendi. Di tengah dinamika ekonomi global, sektor ini justru menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja di Tanah Air.

Fakta statistik menunjukkan nyata bagaimana ekraf (ekonomi kreatif) terus berkembang sejak era pasca pandemi hingga kini dan berpotensi semakin dominan pada tahun-tahun mendatang.

Data terbaru menunjukkan nilai ekspor dari sektor ekonomi kreatif Indonesia mencapai USD 25 miliar pada 2024, menyumbang lebih dari 9 persen dari total ekspor nasional.

Angka ini sekaligus menyerap 26,5 juta tenaga kerja, mayoritas kaum muda dan perempuan, menunjukkan bahwa kreatif bukan sekadar slogan namun juga sumber lapangan kerja yang
substansial.

Jika dibandingkan dengan periode awal pandemi, tren ini sangat impresif. Pada 2021, nilai ekspor industri kreatif Indonesia tercatat sekitar USD 23,9 miliar, tumbuh dari USD 18,8 miliar di 2020.

Tren positif ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, bahkan di tengah tantangan global.

Bukan hanya ekspor, kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus meningkat.

Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp 1.611,2 triliun atau sekitar 7,28 persen dari total PDB pada 2024, angka ini tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

Di provinsi seperti Jatim, kontribusi subsektor kreatif mulai terlihat dalam struktur ekonomi lokal.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5 persen pada triwulan I 2025, melampaui rata-rata nasional.

Meski tidak semua tumbuh karena ekraf, perkembangan sektor kreatif ikut menopang dinamika pasar tenaga kerja dan konsumsi masyarakat.

Menyikapi tren ini, kita perlu jujur akan momentum pertumbuhan industri kreatif lahir dari digitalisasi dan kemampuan generasi muda membaca perubahan perilaku konsumen.

Ketika banyak sektor masih berjuang di masa pasca pandemi, pelaku kreatif yang cepat beradaptasi dengan platform digital berhasil memperluas jangkauan produk hingga ke pasar internasional.

Transformasi daring ini bukan lagi sekadar pilihan tetapi jalan hidup bagi pelaku kreatif masa kini.

Namun persoalan klasik tetap muncul dari ketimpangan akses dan kapasitas SDM. Masih banyak kreator di daerah seperti Jatim yang belum sepenuhnya menikmati manfaat dari ekosistem digital karena keterbatasan modal, literasi digital, serta akses pasar yang terpusat di kota-kota besar.

Realitas ini menciptakan jurang peluang antara pelaku kreatif di pusat dan pinggiran.

Lebih jauh, peluang yang sama kini mulai menantang kemampuan nasional menjawab arus teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI).

Teknologi ini membuka peluang besar inovasi konten, tetapi bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan kritis terkait hak cipta, perlindungan karya, dan kompensasi layak bagi kreator. Tanpa aturan yang adaptif, potensi AI bukan mendorong kreator tetapi justru menggeser nilai karya manusia.

Rekam jejak statistik juga menunjukkan bagaimana industri kreatif bukan fenomena sesaat. Sejak 2021, kontribusi ekspor kreatif meningkat secara konsisten begitu pula keragaman subsektor seperti fesyen, kriya, kuliner, gim digital, musik, dan animasi yang terus tumbuh.

Tren ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapital budaya dan kreativitas yang kompetitif di kancah global.

Namun, kita tidak boleh berhenti pada angka ekspor dan kontribusi PDB. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus memastikan bahwa ekraf benar-benar menjadi mesin pemerataan kesejahteraan, bukan hanya mesin statistik.

Intervensi kebijakan, pembiayaan inklusif, pendidikan keterampilan digital, serta perlindungan hak kekayaan intelektual harus menjadi prioritas.

Industri kreatif seharusnya bukan lagi sekadar pilihan karier atau usaha sampingan industri kreatif kini adalah bagian dari arus utama ekonomi Indonesia.

Ini bukan sekadar jargon ini strategi nyata untuk memastikan bahwa industri kreatif tidak hanya tumbuh di pusat, tetapi juga berkembang di daerah-daerah seperti Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai pusat UMKM, budaya, dan produksi kreatif lokal.

Dan jika kita tidak bergerak cepat, bukan tidak mungkin generasi kreatif kita akan ditinggalkan oleh perkembangan dunia. Waktu tidak menunggu.

Sektor kreatif sudah melaju. Dan sebagai bangsa, kita harus memastikan bahwa gelombang ini tidak hanya membawa simbol, tetapi membawa kemajuan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Referensi:

https://surabaya.inews.id/read/650800/guyuran-investasi-di-sektor-ekonomi-kreatif-di-jatim￾tembus-rp686-triliun

https://www.antaranews.com/berita/4821705/ekonomi-jatim-tumbuh-5-persen-ungguli￾nasional?page=all

https://en.antaranews.com/news/386493/indonesia-creative-economy-export-reached-us25-
billion-in-2024?

https://en.antaranews.com/news/396817/indonesias-creative-economy-beats-jobs-target-in-
2025?

Creative Economy Outlook 2024 | UN Trade and Development (UNCTAD) Kyi, L., Mahuli, A., Silberman, M. S., Binns, R., Zhao, J., & Biega, A. J. (2025, April).

Governance of Generative AI in Creative Work: Consent, Credit, Compensation, and Beyond. In Proceedings of the 2025 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems (pp. 1-16). https://doi.org/10.48550/arXiv.2501.11457

Rozikin Rozikin, & Mohammad Jon Tasrif. (2023). Potensi Ekonomi Kreatif Tahun 2024 Negara Indonesia. Jurnal Manajemen FE-UB, 11(2), 138–145. https://doi.org/10.37721/jm.v11i2.1286

Frisiska, F., & MR Santosa, K. I. (2025). Platform Kolaborasi Industri Kreatif dalam Melestarikan Budaya dan UMKM melalui Festival: Studi Kualitatif pada Dekafy Fest X 4th Pertiwi Exhibition 2025. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 8612–8619. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20992

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu