Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ingin Panjang Umur? Jalani Ritual SEHAT, Salah Satunya Istighfar 100 Kali

Iklan Landscape Smamda
Ingin Panjang Umur? Jalani Ritual SEHAT, Salah Satunya Istighfar 100 Kali
dr. Tjatur Prijambodo menyampaikan tausiyah di Pengajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan yang digelar oleh Majelis Tabligh PDM Kota Batu di Masjid At-Taqwa, Kota Batu, Ahad (21/12/2025). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Kesehatan sejati ternyata tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga sangat bergantung pada pengelolaan emosi dan kedalaman spiritual.

Hal inilah yang ditekankan dalam Pengajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan yang digelar oleh Majelis Tabligh PDM Kota Batu di Masjid At-Taqwa, Kota Batu, Ahad (21/12/2025).

Hadir sebagai pemateri, dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes., yang merupakan Kepala Unit Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Dalam kajiannya, dia memaparkan konsep inovatif bertajuk “SEHAT”, sebuah akronim yang menggabungkan prinsip medis dan nilai-nilai keislaman untuk mencapai kesehatan holistik.

Mengawali penjelasannya pada huruf S (Sedekah), dr. Tjatur mengungkapkan bahwa kedermawanan memiliki dampak biologis yang luar biasa bagi tubuh manusia. Ia merujuk pada studi yang dipimpin oleh Jorge Moll dari National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat.

“Sedekah bukan hanya berdampak sosial, tetapi juga berdampak biologis. Sedekah yang ikhlas memunculkan rasa nyaman dan bahagia, juga kebermanfaatan sehingga daya tahan tubuh meningkat,” jelas dr. Tjatur di hadapan para jamaah.

Ia menambahkan bahwa ketika seseorang memberi, otak melepaskan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda stres alami. “Secara medis, kondisi psikis positif ini membantu kerja Natural Killer Cell (NK Cell) dalam melawan sel-sel penyakit. Sebagaimana Rasulullah SAW menganjurkan: ‘Obatilah penyakitmu dengan sedekah’,” imbuhnya.

Berlanjut ke huruf E (Emosi terkontrol), dr. Tjatur memberikan peringatan keras mengenai bahaya amarah. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen penyakit berat saat ini dipicu oleh faktor psikis seperti stres dan kemarahan.

“Saat seseorang marah, tubuh melepaskan hormon adrenalin dan kortisol secara berlebihan. Akibatnya detak jantung meningkat, napas berat, hingga gangguan pencernaan. Jika ini kronis, maka akan memicu hipertensi, stroke, hingga serangan jantung,” paparnya.

Sebagai solusi, ia mengajak jamaah kembali ke Al-Qur’an: “Jadikan sabar dan shalat sebagai solusi. Orang yang sabar lahir dari shalat yang benar.”

Pada aspek H (Hati yang terpaut kepada Allah), ia menjelaskan kaitan antara fungsi otak (hipotalamus) dengan spiritualitas. “Hati yang selalu lillahi ta’ala akan menuntun tubuh pada kondisi yang lebih sehat karena koordinasi organ vital seperti jantung dan paru-paru menjadi lebih harmonis,” terangnya.

Istighfar sebagai Suplai Oksigen

Salah satu poin menarik yang dipaparkan adalah huruf A (Astaghfirullah) atau istighfar. Dr. Tjatur mengaitkan amalan dzikir ini dengan proses oksigenasi di dalam tubuh.

Menurutnya, ketenangan yang didapat saat beristighfar membantu sel-sel tubuh mendapatkan suplai oksigen yang lebih baik.

“Banyak penyakit muncul karena sel kekurangan oksigen. Biasakan istighfar minimal 100 kali sehari secara rutin sebagai bentuk terapi pernapasan dan ketenangan jiwa,” pesan dr. Tjatur.

Sebagai pilar terakhir, huruf T (Takwa) menjadi muara dari seluruh konsep tersebut. Ia mengutip QS Ali Imran ayat 134 yang merinci ciri orang bertakwa: gemar bersedekah, mampu menahan amarah, dan pemaaf.

“Jika rangkaian SEHAT ini dijalani, insyaallah hidup kita akan lebih tenang, tidak mudah putus asa, dan selalu berharap kepada Allah,” pungkasnya menutup kajian yang disambut antusias oleh jamaah Kota Batu tersebut.

Kajian ini diharapkan dapat mendorong umat untuk tidak hanya bergantung pada obat-obatan kimia, tetapi juga mulai memperbaiki kualitas ibadah dan manajemen hati sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu