
PWMU.CO – Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya, Dikky Syadqomullah SHI MHES, memberikan pesan khusus kepada para wisudawan-wisudawati dalam acara Wisuda Tahfidzul Quran Mudipat yang digelar Ahad (27/4/2025) di Gedung Smamda Tower Surabaya.
Dalam sambutannya, Dikky menyebut para penghafal al-Quran sebagai “pasukan Allah” yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga hafalan dan mengamalkan isi al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan tadarus al-Quran sebagai kebiasaan setiap saat. Buat setan marah dengan bacaan kalian,” pesannya. Ia mengingatkan, hafidz dan hafidzah harus terus menjaga hafalannya dari godaan setan yang bisa membuat hafalan luntur.
Ia juga menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan kandungan Surat al-Ashr. Ia mengutip nasihat Imam Syafii, bahwa surat ini cukup untuk menjadi pedoman hidup dalam menjaga hafalan dengan menjaga waktu dan amal saleh.
“Dalam ayat pertama Allah itu telah bersumpah pada waktu, maka jangan sampai kita terlena oleh waktu hingga tergoda setan dan kehilangan hafalan,” ujarnya.
Ia menegaskankan, dalam ayat kedua bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Karena itu, ia berpesan agar para wisudawan menjaga iman, memperbanyak amal saleh, dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti bermain game berlebihan.
“Minimal biasakan membaca dzikir sebelum tidur sebagai pengganti memegang HP,” tuturnya.
Dikky juga mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebenaran (tawashaw bil-haq) dan kesabaran (tawashaw bis-shabr), baik antara anak-anak dan orang tua.
“Orang tua dan anak harus saling mengingatkan, termasuk soal penggunaan HP. Anak-anak Mudipat dan para wali murid harus menjadi pribadi yang sabar dalam menjaga diri dan sesama,” ujarnya.
Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa menjaga hafalan Al-Quran bukan sekadar mempertahankan ingatan terhadap ayat-ayat suci, melainkan juga menjadikannya pedoman hidup yang dihayati dalam perilaku sehari-hari.
Menurutnya, hafalan yang dipelihara dengan baik, diamalkan dalam tindakan nyata, dan disertai dengan memperbanyak amal saleh, akan menjadi bekal utama untuk meraih keberhasilan di dunia dan keselamatan di akhirat. “Nasihat Imam Syafii ini adalah kunci dalam merawat hafalan, dan hendaknya para wisudawan-wisudawati senantiasa istiqamah dalam menjaganya,” tuturnya (*)
Penulis M Tanwirul Huda Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments