Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ini Pesan untuk Kepala Sekolah Baru SMP Mutuba

Iklan Landscape Smamda
Ini Pesan untuk Kepala Sekolah Baru SMP Mutuba
pwmu.co -
Ketua PCM Babat Abdul Ghoffar (kiri) saat melantik Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat M Sande Ariawan (M Faried Achiyani/PWMU.CO)

Ini Pesan untuk Kepala Sekolah Baru SMP Mutuba, laporan M Faried Achiyani, kontributor PWMU.CO Lamongan.

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat  Lamongan Drs H Abdul Ghofar MM melantik M Sande Ariawan SPd sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat (SMP Mutuba) periode 2022-2026. Dia menggantikan Sholihah SPd yang habis masa jabatannya.

Acara pelantikan yang dihadiri oleh PCM Babat dan Majelis Dikdasmen PCM Babat, serta guru dan karyawan SMP Mutuba ini, dilaksanakan di aula sekolah, Selasa (1/3/2022).

Pada sambutannya Sholihah mengatakan mengucapkan terima kasih kepada para guru, Majelis Dikdasmen dan PCM Babat atas dukungannya selama ini.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada salah dan khilaf dalam mengelola SMPM 1 Babat. Bilamana selama dalam kepemimpinan selama dua periode ada salah dan khilaf.” ujarnya.

Kepada kepala sekolah yang baru, di aberpesan agar melanjutkan perjuangannay memajukan SMP Mutuba.

Sementara itu M Sande Ariawan mengatakan ini adalah sebuah amanat yang tidak ringan. “Untuk itu kami perlu dukungan dan support dari  Bapak-Ibu guru,” pesan dia semabil mengutip ucapan KH Ahmad Dahlan: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”

Jabatan sebagai Amanah

Ketua PCM Babat H Abdul Ghoffar MM pada sambutannya  menyampaikan jabatan adalah amanah. Apapun jabatan yang disandangnya harus dipertanggungjawabkan.

“Menjadi pemimpin harus adil dan tidak boleh menzalimi yang dipimpin. Kita di SMP Mutuba semuanya adalah penting. Sesuai dengan pekerjaan dan tupoksinya. Harus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan  ikhlas. Bekerja secara sistem,” pesannya.

Dia menegaskan, orang yang mudah menyalahkan orang lain pertanda orang itu belum dewasa. “Itu tidak pantas menjadi pimpinan,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Menjadi guru itu kalau ikhlas semakin tua semakin gembira. Karena melihat anak didiknya sukses.”

Abad 21 adalah era perubahan yang semakin cepat. Tiga hal yang dibutuhkan dunia pendidikan di era desrupsi yaitu akhlak, kompetensi, dan literasi. “Perlu kerja sama untuk menyukseskan. Bila ada kesulitan agar disampaikan ke Majelis Dikdasmen untuk dicarikan solusinya,” ujarnya. Di akhir sambutannya, dia mengucapkan terima kasih pada Sholihah dan selamat kepada M Sande Ariawan yang menggantikannya.

Di bagian lain Abdul Ghoffar mengungkapkan, PCM Babat sudah menyiapkan lahan 1,3 hektar untuk lahan rintisan Muhammadiyah Boarding School (MBS). (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu