
PWMU.CO – Musibah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dunia. Namun, bagaimana kita menyikapinya menjadi kunci penting dalam menjaga keimanan dan ketegaran hati.
Hal ini disampaikan Ustadz Zahid Hadrami SKom, dalam Kajian Ahad Pagi Masjid At-Taqwa Kota Batu, Ahad (18/5/2025).
Mengawali kajian, Ustadz Zahid menyampaikan tiga hakikat musibah: Sebagai pengangkat derajat, sebab dihapuskannya dosa, dan hukuman yang disegerakan akibat tumpukan maksiat dan kelalaian bertobat.
“Saat musibah datang, kita sering mencari kambing hitam. Padahal, orang atau sesuatu yang kita salahkan hanyalah sebab. Sejatinya, musibah itu telah digariskan oleh Allah,” ujar guru SMKN 9 Malang itu.
Ia kemudian menyampaikan delapan kiat agar tegar dalam menghadapi musibah:
Pertama, Sadar akan hakikat dunia. Dunia adalah tempat ujian, bukan tempat kenyamanan abadi. Maka wajar jika ada musibah.
Kedua, Yakin pada takdir Allah. Semua sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Kita hanya bisa berikhtiar sebaik mungkin.
Ketiga, Ambil hikmah dari ujian. Di balik setiap musibah selalu ada pelajaran dan kesempatan untuk mendekat pada Allah.
Keempat, Ingatlah ujian Nabi.
“Ujianmu belum seberapa. Ingatlah ujianku,” sabda Rasulullah Saw. Ini menjadi penguat agar kita tetap bersabar.
Kelima, Perkuat kesabaran. Sabar adalah inti dari keimanan, ibarat kepala bagi badan. Tanpa sabar, iman bisa goyah.
Keenam, Yakin musibah akan berlalu. Setiap ujian pasti ada akhirnya. Keyakinan ini membuat hati lebih tenang.
Ketujuh, Bersikap tenang dan menunggu solusi. Jangan terburu-buru mengambil keputusan. Seringkali, solusi datang setelah kita menenangkan diri.
Kedelapan, Muhasabah diri. Musibah bisa jadi teguran dari Allah agar kita kembali sadar dan bertaubat.
Menutup kajian, Ustadz Zahid menyampaikan bahwa bila saat musibah kita segera beristighfar dan memperbaiki diri, maka sejatinya itu bukan musibah, melainkan nikmat yang sangat besar karena membuat kita lebih dekat kepada Allah Swt. (*)
Penulis Khoen Eka Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments