Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pentingnya Ilmu untuk Sukses Dunia dan Akhirat dalam Islam

Iklan Landscape Smamda
Pentingnya Ilmu untuk Sukses Dunia dan Akhirat dalam Islam
Foto: qarabic.com
Oleh : Agus Wahyudi

Pentingnya ilmu untuk sukses dunia dan akhirat kembali ditegaskan oleh Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya. Ia menjelaskan bahwa ilmu menjadi kunci utama meningkatkan kualitas hidup, menjalankan ibadah dengan benar, serta menghindarkan manusia dari kesalahan fatal dalam memahami agama.

Hal itu ditegaskan Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam cermahnya. Dia menekankan bahwa wahyu pertama dalam Al-Qur’an, yakni perintah membaca (iqra), menunjukkan betapa pentingnya ilmu sebagai pintu awal peradaban manusia.

Semakin banyak seseorang membaca dan belajar, maka semakin besar peluangnya untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dia lalu mencontohkan realitas kehidupan modern, di mana jenjang pendidikan seperti S1, S2, hingga S3 berpengaruh pada tingkat penghasilan dan kehormatan sosial seseorang.

“Kalau ingin sukses dunia, maka tingkatkan ilmu dan pemahaman,” tegasnya seperti dilansir di kanal Youtube Adi Hidayat Official.

Menurut UAH, belajar tidak cukup hanya hadir di ruang kelas tanpa pemahaman mendalam. Seseorang harus benar-benar menguasai ilmu hingga menjadi ahli di bidangnya. Prinsip ini sejalan dengan ajaran dalam Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 122, yang menekankan pentingnya memperdalam ilmu secara sungguh-sungguh.

Ilmu sebagai Pondasi Ibadah dan Keselamatan Akhirat

Lebih lanjut, UAH menjelaskan bahwa ilmu juga menjadi syarat utama dalam menjalankan ibadah dengan benar. Tanpa ilmu, seseorang tidak akan mampu melaksanakan salat, zakat, maupun ibadah lainnya sesuai tuntunan.

Dia mengingatkan, kesalahan dalam memahami agama dapat berakibat fatal, bahkan bisa menjerumuskan seseorang pada tindakan ekstrem.

Dalam hal ini, UA mengutip ancaman keras dalam Surah An-Nisa ayat 93, yang menjelaskan hukuman berat bagi pelaku pembunuhan terhadap sesama manusia.

“Tanpa ilmu aqidah yang benar, seseorang bisa terjerumus pada tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam,” ujar wakil ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

UAH juga menjelaskan bahwa Islam telah menyediakan kurikulum kehidupan yang lengkap melalui Al-Qur’an dan hadis. Al-Qur’an sebagai wahyu menjadi sumber utama, sementara hadis berfungsi sebagai penjelas praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menyebut bahwa para ulama telah menyusun berbagai kitab hadis sebagai panduan hidup, seperti Shahih al-Bukhari yang memuat ratusan tema kehidupan, mulai dari keimanan hingga muamalah.

Menurutnya, setiap Muslim perlu mempelajari ilmu dasar seperti taharah, salat, dan puasa, sebelum mendalami bidang lain sesuai minat dan profesi masing-masing.

Tradisi Keilmuan Islam dan Peradaban Dunia

UAH juga menyinggung kejayaan peradaban Islam yang dibangun di atas fondasi ilmu. Salah satu contoh adalah universitas pertama di dunia yang didirikan oleh Fatimah binti Muhammad al-Fihri di Maroko, yang berawal dari masjid dan berkembang menjadi pusat keilmuan.

Dia menjelaskan bahwa tradisi keilmuan Islam tidak hanya mencakup ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum seperti matematika, fisika, dan kimia. Bahkan, peradaban Barat banyak belajar dari sistem pendidikan Islam tersebut.

UAH mengingatkan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati. Ia mengibaratkan simbol-simbol budaya seperti peci dan pakaian Muslim sebagai pengingat agar tidak sombong meski memiliki banyak pengetahuan.

“Ilmu itu bukan untuk diperdebatkan semata, tapi untuk diamalkan dalam kehidupan,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 06/04/2026 10:04
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡