Suasana berbeda tampak di SMP Muhammadiyah 11 Candi (SMP Miica) pada Senin (3/8/2026).
Sekolah yang dikenal dengan berbagai program pembinaan karakter dan keislamannya ini mendapat kunjungan istimewa dari tiga mahasiswa asal Turki yang didampingi oleh perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda untuk mempelajari perkembangan Muhammadiyah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.
Tepat pukul 09.30 WIB, rombongan Mahasiswa dari Turki tiba di SMP Muhammadiyah 11 Candi dan disambut hangat oleh Kepala Sekolah, Ust Ibnu Rusdi SPdI MPd bersama seluruh guru dan karyawan di ruang kantor sekolah.
Adapun tiga Mahasiswa tersebut adalah :
- Tarık Ziyd Kanadıkırık (Economy Marmara University) jabatan: Member of the Headquarters Universities Organization Unit
- Ahmet Salih Yıldız( Medical Student Sivas Cumhuriyet University) Secretary of Sivas Cumhuriyet University
- Yusuf Kerem Taştan (Political Science Sakarya university) Head of Yedihilal Universities at Sakarya University
Sedangkan yang mendampingi ketiga mahasiswa tersebut adalah Mas Nanda, perwakilan PCIM Turki yang berasal dari Lamongan.
Bahas Sistem Pendidikan hingga Peran Muhammadiyah
Kegiatan diawali dengan diskusi bersama kepala sekolah, guru, dan karyawan mengenai perkembangan pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.
Dalam suasana penuh keakraban, para tamu berdialog mengenai sistem pendidikan, pembinaan karakter, serta peran Muhammadiyah dalam mencetak generasi muslim yang berkemajuan.
Usai berdiskusi dengan para guru, rombongan melanjutkan kegiatan di aula sekolah untuk bertemu langsung dengan para siswa SMP Miica. Kehadiran tamu dari luar negeri menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan bagi para siswa.
Pada awalnya, banyak siswa tampak malu dan ragu untuk berbincang karena mengira para tamu hanya menggunakan bahasa Turki. Namun suasana berubah ketika salah satu mahasiswa, Achmad Shalim, ternyata fasih berbahasa Arab dan Inggris.
Sejak saat itu komunikasi menjadi semakin cair. Para siswa mulai berani mengajukan berbagai pertanyaan tentang kehidupan di Turki, budaya masyarakat, sistem pendidikan, hingga pengalaman para tamu selama tinggal di Indonesia.
Tak hanya siswa yang bertanya, para tamu juga mengajak seluruh peserta mengikuti permainan interaktif yang dipenuhi tawa dan semangat.
Berbagai pertanyaan diberikan kepada siswa, dan mereka yang berhasil menjawab memperoleh hadiah menarik. Kegiatan ini membuat suasana aula menjadi sangat hidup sekaligus melatih keberanian siswa untuk berkomunikasi dengan tamu internasional.
Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh siswa, guru, dan tamu sebagai kenang-kenangan atas kunjungan yang penuh makna tersebut.
Suasana keakraban semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan siang bersama dengan hidangan nasi tumpeng dan es serut yang telah disiapkan oleh sekolah.
Cara Siswa Jalin Komunikasi
Momen yang paling mengesankan terjadi setelah acara resmi berakhir. Banyak siswa berbondong-bondong menghampiri para tamu untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama.
Bahkan, tidak sedikit siswa yang meminta tanda tangan, bertukar akun Instagram, serta meminta informasi media sosial lainnya agar tetap bisa menjalin komunikasi dan persahabatan meskipun terpisah oleh jarak dan negara.
Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya rasa ingin tahu dan semangat siswa SMP Miica untuk membangun pertemanan di tingkat internasional.
Kepala SMP Muhammadiyah 11 Candi, Ust Ibnu Rusdi mengungkapkan bahwa menghadirkan tamu dari luar negeri merupakan salah satu upaya sekolah dalam memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya diperoleh di dalam kelas.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa dunia ini sangat luas. Bertemu langsung dengan tamu dari luar negeri memberikan pengalaman nyata tentang pentingnya menguasai bahasa asing, menghargai perbedaan budaya, serta membangun rasa percaya diri untuk berkomunikasi dengan siapa pun” terang Ustadz Rusdi.
“Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berani bermimpi hingga tingkat internasional” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman bertemu, berdialog, dan bertukar budaya dengan masyarakat dunia.
SMP Muhammadiyah 11 Candi (SMP Miica) berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga para siswa memiliki wawasan global, semangat belajar yang tinggi, dan kesiapan menjadi generasi muslim berkemajuan yang mampu membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments