Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Diary Erni: Dari Keresahan Menjadi Karya

Iklan Landscape Smamda
Diary Erni: Dari Keresahan Menjadi Karya
Erni Rosyadah bersama salah satu buku karyanya yang berjudul "Nak, Arahnya ke Sini". (Istimewa/PWMU.CO).

Menjadi ibu dari tiga anak sekaligus seorang pendidik membuat Erni Rosyadah memiliki perhatian besar terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak.

Pengalaman dalam kehidupan sehari-hari serta pembahasan studi kasus selama menempuh pendidikan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) di Universitas Muhammadiyah Surabaya menjadi sumber keresahan sekaligus bahan renungan baginya.

Selama menjalani perkuliahan, Erni mempelajari berbagai persoalan anak, mulai dari pengasuhan, kekerasan terhadap anak, kesalahan dalam memperlakukan anak, hingga perilaku anak yang membutuhkan perhatian dan pendampingan orang dewasa.

Ragam Sudut Pandang Memahami Anak

Berbagai pembahasan tersebut mendorongnya untuk memahami persoalan anak melalui sudut pandang pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial.

“Saya tidak dapat mengambil peran untuk orang-orang yang lahir lebih dahulu daripada saya. Namun, saya berharap masih dapat mengambil peran untuk anak-anak seusia anak saya” ujar Erni.

Menurutnya, persoalan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan akademisi, pendidik, orang tua, dan pemerhati sosial untuk bersama-sama menjaga, mendidik, serta meluruskan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Cita-cita bangsa ada pada anak-anak. Bangsa ini akan menjadi seperti apa sangat bergantung pada bagaimana mereka dibesarkan” lanjutnya.

Berbagai keresahan tersebut kemudian mendorong Erni untuk menulis buku. Melalui nama pena Diary Erni, ia menghadirkan karya yang mengangkat persoalan pengasuhan, keluarga, pendidikan, moral, dan kehidupan anak.

Sebelum mengikuti wisuda yang direncanakan pada Oktober mendatang, Erni telah menyelesaikan dua karya buku, yaitu “Menjadi Ibu yang Tenang” dan “Nak, Arahnya ke Sini”.

Buku “Menjadi Ibu yang Tenang” mengangkat pentingnya ketenangan seorang ibu dalam menjalani peran pengasuhan. Bagi Erni, ketenangan orang tua merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga menyoroti bahwa kekerasan terhadap anak kerap terjadi di lingkungan terdekat sehingga orang tua perlu memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan untuk mengelola emosi ketika mendampingi anak.

Pesan bagi Penerus Bangsa

Sementara itu, buku “Nak, Arahnya ke Sini” berisi pesan kepada generasi penerus bangsa agar senantiasa menjaga moral, etika, dan kehormatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Ada atau tanpa orang tua, mereka harus mengingat bahwa orang tua tidak pernah benar-benar pergi. Mereka tidak sendiri karena selalu ada kasih sayang, doa, dan nilai-nilai yang menyertai.

Melalui buku ini, Erni juga mengingatkan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk kenakalan dan kesesatan.

Mereka harus tetap memiliki arah, menjaga diri, serta memilih jalan hidup yang baik.

Bagi Erni, menulis buku merupakan cara untuk mengolah keresahan menjadi karya yang dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Ia berharap kedua bukunya dapat menjadi bahan renungan bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat.

“Saya berharap para akademisi pendidikan, sosial, psikologi, dan bidang keilmuan terkait berkenan untuk memberikan kontribusi pada pengasuhan serta berbagai macam upaya yang bisa mereka lakukan berdasarkan keahlian, kemampuan & kemungkinan. yang bisa mereka upayakan untuk kita bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 16/09/2026 21:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

2 Tanggapan

  1. masyaallah tabarakallah… semoga bermanfaat dan tidak lelah bersinar seperti Muhammadiyah

  2. Masyaallah tabarakallah. Dari muhammadiyah mencari jati diri. Bersinar berkontribusi pada anak negeri. Sukses selalu mbak

Search
Menu