Kabar bahagia mendatangi Selai Osing Naga, UMKM dampingan program Ecosociopreneurship SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi.
Pada Senin (3/8/2026), Selai Osing Naga terpilih mengikuti Pelatihan Manajemen Ritel dan Kurasi UMKM Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan di Rumah Kreatif Banyuwangi.
Kegiatan kurasi ini bukan sekadar proses peningkatan kualitas produk. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Asesmen Revalidasi UNESCO Ijen Geopark, yang menilai bagaimana masyarakat mampu mengelola, melestarikan, dan menghadirkan manfaat kawasan geopark melalui inovasi lokal yang berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan semangat UNESCO bahwa geopark tidak hanya dinilai dari keindahan alamnya, tetapi juga dari penguatan edukasi, konservasi, inovasi lokal, dan kesejahteraan masyarakat.
Manfaatkan Limbah Buah Naga
Selai Osing Naga hadir sebagai contoh nyata praktik ekonomi sirkular berbasis potensi daerah.
Selai Osing Naga memiliki kekuatan pada cerita di balik produknya. Bukan sekadar selai, produk ini lahir dari semangat zero waste dengan memanfaatkan kulit buah naga yang selama ini sering dianggap limbah.
Melalui proses pengolahan yang higienis, kulit buah naga diubah menjadi produk pangan bernilai tambah, kaya serat, aman dikonsumsi, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi, Zahrotul Janah, menyampaikan bahwa pendampingan UMKM yang dilakukan bukan hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi. Namun sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan identitas lokal.
“Kegiatan kurasi dan pendampingan ini selaras dengan semangat Ecosociopreneurship yang diusung Eco Bhinneka Muhammadiyah, yaitu mengangkat potensi lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus menjadi bagian dari penguatan Geopark” terang Zahrotul.
“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi berbasis lingkungan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan nilai keberlanjutan” tegasnya.
Peluang Besar Produk Daerah
Sementara itu, Merchandising Manager Alfamart Branch Jember, Dian Anggraini, yang membawahi sembilan kabupaten, melihat peluang besar bagi produk-produk khas daerah untuk berkembang melalui jaringan ritel modern.
“Potensi lokal yang menjadi kekhasan daerah memiliki peluang besar untuk masuk ke jaringan ritel yang kami miliki” tutur Dian.
Menurutnya, buah naga Banyuwangi tersebut sudah terkenal. Sekarang hadir dalam bentuk selai, dan ini sesuatu yang belum banyak ditemui.
“Selama ini kita mengenal selai nanas, stroberi, atau kacang. Selai dari buah naga, khususnya yang memanfaatkan kulit buah naga, menjadi inovasi yang sangat menarik” tambahnya.
Bagi para pelaku UMKM, program pendampingan ini memberikan manfaat yang nyata. Indri Ratnasari, mitra dampingan SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Banyuwangi sekaligus pelaku usaha Selai Osing Naga, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti proses pendampingan hingga kurasi.
“Pertama, saya senang sekali dengan adanya program ini karena sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM. Banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru yang saya peroleh” kata Indri.
“Semoga ke depannya semakin banyak ilmu dan kesempatan yang bisa kami dapatkan melalui program seperti ini sehingga usaha kami terus berkembang” harapnya.
Keikutsertaan Selai Osing Naga dalam kurasi UMKM ini menunjukkan bahwa inovasi lokal tidak hanya mampu meningkatkan daya saing produk. Tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat nilai-nilai yang diusung UNESCO Global Geopark.
Melalui pendekatan Ecosociopreneurship, limbah kulit buah naga yang sebelumnya tidak bernilai kini bertransformasi menjadi produk pangan yang inovatif, sehat, dan bernilai ekonomi.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.
Tentang SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah
Sebagai informasi, Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE).
Yaitu inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme.
Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda terutama perempuan dan kelompok disabilitas dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan aksi konkret dalam mencegah serta menghadapi krisis iklim.
Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org dan Instagram @ecobhinneka.





0 Tanggapan
Empty Comments