Sebanyak 21 mahasiswa asal Malaysia mengunjungi SMA Muhammadiyah 3 Jember dalam kegiatan sosialisasi kampus dan program mobilitas internasional GISO: A Mission of Growth and Giving, Senin (24/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi ruang interaksi lintas negara bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat pendidikan tinggi di Malaysia sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya dan kehidupan akademik mahasiswa internasional.
Para mahasiswa berasal dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Kehadiran mereka di SMA Muhammadiyah 3 Jember merupakan bagian dari program GISO yang dijalankan mahasiswa semester akhir sebagai kegiatan yang mengembangkan kepemimpinan, pertukaran pengetahuan, kesadaran sosial, dan penyebaran kebaikan lintas negara.
Dalam pelaksanaan program di Indonesia, rombongan USIM berkolaborasi dengan institusi pendidikan setempat. Kunjungan ke SMA Muhammadiyah 3 Jember terlaksana dengan pendampingan dan bantuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember.
Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah diawali dengan doa bersama. Suasana persaudaraan lintas negara semakin terasa ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku, kemudian dilanjutkan dengan Indonesia Raya.
Setelah pembukaan oleh jajaran pimpinan sekolah, kegiatan memasuki sesi sosialisasi mengenai profil USIM, jalur pendaftaran, program studi unggulan, hingga kehidupan akademik mahasiswa internasional di Malaysia.
Pendamping delegasi USIM, Prof. Madya Dr. Mohamad Zaharuddin Bin Zakaria, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan keluarga besar SMA Muhammadiyah 3 Jember.
Pakar Syariah dan Keuangan Islam dari Fakulti Syariah dan Undang-Undang USIM itu menjelaskan, kunjungan mahasiswa semester akhir melalui program GISO ke Universitas Muhammadiyah Jember telah direncanakan sejak satu tahun sebelumnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara mahasiswa USIM dan Universitas Muhammadiyah Jember, berbagi ilmu dan budaya, serta memperkuat tali silaturahmi.
Saat mengunjungi SMA Muhammadiyah 3 Jember, Prof. Zaharuddin mengaku terkesan dengan komitmen dan prestasi para siswa. Ia juga menyampaikan bahwa Malaysia terbuka bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di negara tersebut.
Dalam pesannya kepada siswa kelas 12 yang tengah mempersiapkan pilihan perguruan tinggi, ia menekankan pentingnya niat belajar, keberanian menentukan cita-cita, serta mempersiapkan masa depan sesuai minat masing-masing.
Ia mengingatkan hadis “innamal a’malu binniyat” yang menekankan pentingnya niat dalam setiap amalan. Karena itu, para pelajar didorong untuk belajar sungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita dan mempersiapkan masa depan.
Di akhir agenda, salah satu delegasi, Muhammad, menyampaikan kesan positif terhadap penyambutan dari keluarga besar SMA Muhammadiyah 3 Jember.
Menurutnya, penerimaan pihak sekolah berlangsung ramah, profesional, dan terbuka. Koordinasi antara panitia sekolah dan delegasi mahasiswa juga berjalan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Delegasi turut mengapresiasi antusiasme dan kedisiplinan siswa selama kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian acara dinilai berjalan dalam suasana kondusif, tertib, dan lancar.
Kedatangan mahasiswa Malaysia tersebut mendapat perhatian dari para siswa. Kesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa luar negeri menjadi pengalaman untuk memperluas wawasan mereka.
Dini, siswi kelas 10, mengaku senang dapat menyambut langsung para mahasiswa asal Malaysia. Menurutnya, kehadiran delegasi USIM membawa suasana berbeda di lingkungan sekolah.
Pemaparan yang disampaikan, kata dia, tidak hanya memberikan informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di luar negeri, tetapi juga membuka gambaran tentang keberagaman budaya dan kehidupan sosial masyarakat Malaysia.
Sementara itu, siswa kelas 10 lainnya, Rayyan, menyoroti kemudahan komunikasi selama sosialisasi berlangsung. Ia menilai bahasa Melayu yang digunakan para mahasiswa memiliki banyak kemiripan struktur dan kosakata dengan bahasa Indonesia sehingga materi dapat dipahami dengan baik.
Meski demikian, Rayyan berharap kegiatan serupa berikutnya dapat memberikan ruang interaksi yang lebih aktif kepada siswa. Ia menilai sesi tanya jawab dapat membuat komunikasi antara siswa dan delegasi mahasiswa berlangsung lebih hidup.
Menurut Rayyan, dalam kegiatan tersebut siswa belum memperoleh kesempatan mengajukan pertanyaan secara langsung karena tidak tersedia alokasi waktu khusus untuk sesi tanya jawab.
Kunjungan 21 mahasiswa Malaysia melalui program GISO tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan USIM. Pertemuan itu juga diharapkan dapat meningkatkan literasi lintas budaya, mengasah keberanian berkomunikasi antarbudaya, serta mendorong siswa SMA Muhammadiyah 3 Jember untuk berani menatap pendidikan tinggi di tingkat global.





0 Tanggapan
Empty Comments