Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur periode 2026–2028.
Pelantikan berlangsung di Aula Mas Mansur, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur penting Muhammadiyah serta IPM Jawa Timur. Di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPM, Ketua PWM Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, Pejabat Pemprov Jatim, perwakilan pelajar Muhammadiyah se-Jawa Timur, alumni IPM, para ketua organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat Jawa Timur, serta ketua majelis di lingkungan PWM Jawa Timur.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan perhatian bersama terhadap keberlanjutan kaderisasi dan kepemimpinan pelajar Muhammadiyah di Jawa Timur.
Ketua Kwarwil HW Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi, memberikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia berharap kepemimpinan baru PW IPM Jatim mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan gerakan yang relevan dengan kebutuhan pelajar dan perkembangan zaman.
“Selamat atas pelantikan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur periode 2026–2028. Semoga seluruh pimpinan yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan membawa IPM semakin maju,” ujar Fathurrahim Syuhadi yang menjabat sebagai Ketua Kwarwil HW Jatim Periode 2023-2028 ini.
Menurutnya, IPM mempunyai posisi penting dalam proses kaderisasi Muhammadiyah. Organisasi pelajar tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk belajar kepemimpinan, mengembangkan potensi, membangun kepedulian sosial, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
“IPM bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi juga tempat belajar menjadi pemimpin. Dari proses berorganisasi, para pelajar ditempa untuk memiliki keberanian, tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap aktifis IPM era 1990 an ini
Fathurrahim juga berharap PW IPM Jatim dapat memperkuat sinergi dengan berbagai Ortom dan majelis di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan.
“IPM, Hizbul Wathan, dan Ortom lainnya memiliki karakteristik serta ruang gerak masing-masing. Namun semuanya dapat bersinergi dalam menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan memiliki semangat pengabdian,” tegas penulis Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000-2025 ini
Ia juga berpesan agar kepengurusan baru tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Amanah kepemimpinan, kata Fathurrahim, harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh pelajar.
“Setelah pelantikan, yang paling penting adalah bagaimana amanah ini diwujudkan dalam program dan gerakan nyata. Dengarkan suara pelajar, pahami persoalan mereka, dan hadirkan kegiatan yang mampu menjawab tantangan generasi muda,” katanya.
Pelantikan PW IPM Jatim periode 2026–2028 di Aula Mas Mansur Gedung PWM Jawa Timur tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus peneguhan komitmen untuk terus mengembangkan gerakan pelajar Muhammadiyah di Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments