Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jika Semua Keinginan Harus Terwujud, Kapan Kita Belajar Ikhlas?

Iklan Landscape Smamda
Jika Semua Keinginan Harus Terwujud, Kapan Kita Belajar Ikhlas?
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Jika semua yang kita kehendaki harus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas?

Abu Qilabah di uji oleh Allah SWT dengan ujian yang luar biasa beratnya. Beliau buta matanya, pincang kakinya dan tangannya buntung.

Kondisi beliau sangat memprihatinkan secara fisik. Di tambah kemiskinan yang akut. Beliau tinggal di daerah pinggiran yang di kelilingi gurun pasir.

Tempat tinggalnya di sebuah tenda, di mana beliau di bantu oleh salah satu putranya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Padahal beliau adalah seorang ulama besar.

Murid dari Abu hurairah ra. Meskipun demikian kondisinya beliau tidak lepas dari berzikir. Beliau ucapkan subhanallah, walhamdulilah, beliau selalu berzikir tanpa pernah berhenti sedikit pun.

Ujiannya tidak berhenti di situ. Putranya yang melayani dia meninggal diterkam oleh srigala buas. Akan tetapi beliau selalu tabah menjalani kehidupan ini.

Jika semua yang kita impikan harus terwujud, darimana kita belajar sabar .

Nabi Yusuf as di uji oleh Allah SWT dengan ujian seorang wanita yang cantik, bangsawan dan mempesona.

Alhamdulilah, beliau berhasil lolos dari jebakan rayuan wanita tadi, meskipun beliau harus di penjara selama 11 tahun.

Jika setiap doa kita harus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar?

Siti Hajar diuji oleh Allah SWT dengan ujian yang maha berat. Beliau di tinggalkan oleh suaminya (atas perintah Allah) dengan seorang anak kecil Ismail as dengan tidak ada bekal apapun,serta tidak ditemani oleh siapapun.

Dan di tempat yang tandus serta tidak berpenghuni alias tidak ada penduduknya. Singkat cerita beliau berlari dari Sofa ke Marwa bolak-balik tujuh kali untuk mencari air. Sehingga munculah air zam-zam dari bawah telapak kaki Ismail kecil.

Seorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata.

Abu Bakar ra adalah sahabat yang paling bertaqwa di antara para sahabat yang lain. Bahkan keimanan beliau sungguh luar biasa.

Akan tetapi cobaan yang beliau alami sungguh berat sekali. Beliau setiap malamnya menangis beristighfar, senantiasa bermunajat pada Robnya.

Setiap membaca Al-Qur’an beliau selalu menangis, mengingat siksaan yang Allah bérikan kepada penduduk neraka. Seorang yang taat pada Allah, bukan berarti tidak ada kekurangan.

Abu Hurairah ra. Adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis nabi. Padahal beliau masuk islam ketika nabi berada di madinah dan di periode akhir tahun kenabian. Akan tetapi kesungguhan beliau dalam berislam dan mencari ilmu sungguh luar biasa.

Beliau tinggalkan kesenangan dunia, serta tabah dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa yang sulit.

Ali bin Abu Tholib adalah sahabat nabi yang usianya paling belia. Beliau terkenal dengan lautan ilmu. Fasih dalam berkata, saleh dalam bertindak dan bijak dalam mengambil keputusan. Beliau adalah manusia sempurna. Betapa tidak, beliau adalah menantu nabi saw, ahli hikmah seorang imam yang agung.

Pemimpin umat yang adil kata-katanya bak mutiara, nasihatnya penuh hikmah. Meskipun demikian kehidupan beliau sangat sederhana sekali. Beliau pernah minum susu yang hampir basi. Beliau di tanya mengapa beliau melakukan seperti itu?

Beliau menjawab, bahwa Rosululah saw pernah melakukan seperti itu. Setiap jengkal apa yang di lakukan Rosul saw, beliau akan menirunya. Kususnya kehidupan yang sangat zuhud.

SMPM 5 Pucang SBY

Padahal dunia seisinya ada di depan mata. Beliau berkata. “Wahai dunia, aku telah menceraikan mu dengan thalak bain.”

Mengapa demikian karena sang maha guru Rasulullah saw mengajarkan bahwa setiap kenikmatan yang kita miliki akan di tanya oleh Allah SWT.

Biarlah Allah yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Allah tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik bagi kita.

Ketika kerja kita tidak dihargai, maka saat itu kita sedang belajar tentang keikhlasan.

Ali bin Husen bin Ali bin Abu Tholib, setiap malam memberikan satu karung gandum untuk satu keluarga di madinah. Ada sekitar 100 keluarga yang mendapat gandum “gratis” untuk kebutuhan mereka satu bulan. Akan tetapi penduduk madinah tidak pernah tahu dari mana gandum tadi.

Sampai akhirnya Ali meninggal dunia, baru mereka tahu siapa yang mengirim gandum selama ini.

Ketika usaha kita dinilai tidak penting, maka saat itu kita sedang belajar kesabaran.

Uwaes al Qorni adalah imamnya para ahli zuhud dan salah satu penduduk dunia yang paling terkenal di kalangan penduduk langit.

Namanya paling sering di sebut para malaikat. Meski demikian, beliau selalu di remehkan, di anggab rendah dan di pandang sebelah mata oleh penduduk dunia.

Mungkin karena fisiknya ato kemiskinannya, sehingga beliau selalu di remehkan dan tidak di anggab oleh kebanyakan manusia.

Ketika hati kita terluka yang teramat dalam, maka saat itu kita sedang belajar tentang memaafkan.

Rasulullah yang mulia, Muhammad saw selalu di uji dengan bérbagai ujian. Salah satunya belia di fitnah sebagai pemberontak , radikal, intoleran, tukang sihir, pemecah belah, fundamintalis.

Akan tetapi beliau selalu memberikan maaf pada siap pun. Ketika kita lelah dan merasa kecewa, maka saat itu kita sedang belajar tentang kesungguhan.

Nabi Nuh as berdakwah selama 800 tahun dan pengikutnya hanya 80 orang, luar biasa sabarnya.

Ketika kita merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kita sedang belajar tentang ketangguhan.

Nabi Yunus berdakwah bertahun tahun, akan tetapi tidak ada satupun yang menerima ajakan beliau.

Ketika kita harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kita tanggung, maka saat itu kita sedang belajar tentang kemurahatian.

Rasulullah saw pernah membagi bagikan 100 ekor onta kepada setiap kepala suku hunaen yang baru masuk Islam. Jumlahnya yang beliau berikan lebih dari seribu ekor onta. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 26/08/2026 10:15
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu