Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMPM 12 Spemudas Paciran Lamongan tetap masuk di bulan Ramadhan 1448 H. Kecuali hari pertama puasa, Rabu. Saat itu di SMP yang memiliki 1212 murid ini meliburkan sehari untuk semua siswa berasrama di pondok maupun non asrama.
Di hari kedua Ramadhan seluruh aktifitas belajar kembali masuk. Ramadhan tahun ini, ada menu tambahan bagi pelajar non asrama Sendang – Gayam. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Kepala Sekolah, Titin Yuliana SP, (19/2/2026).
Setidaknya ada empat kegiatan penting selama Ramadhan yang harus dilakukan para siswa saat di sekolah. “Siswa-siswi yang tidak berhalangan secara syar’i diwajibkan bawa Alquran dan alat shalat,” tegas Titin Yuliana tentang kegiatan pertama.
Kedua, siswa dilarang membawa makanan dan/atau minuman ke sekolah. Ketiga, Setelah KBM selesai, seluruh siswa wajib langsung kembali ke pondok, kecuali kelas IX yang mengikuti bimbingan TKA.
Keempat, setelah KBM, siswa Sendang-Gayam kelas VII, VIII, dan IX yang tidak mengikuti bimbingan TKA wajib mengikuti tadarus bersama. Bertempat di di Mushalla Baiturrahim SMPM 12 Paciran, kegiatan ini berlangsung hingga waktu shalat jamaah Dzuhur, dan didampingi oleh Bapak/Ibu Guru.
“Menu tambahan di bulan Ramadhan ini khusus anak Sendang -Gayam non asrama. Usai sekolah mereka harus tadarus dilanjut shalat jamaah Dzuhur dan menyimak kultum,” ungkap guru kelahiran 1977 ini.
“Tujuan kegiatan ini agar anak-anak memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan ibadah, mengisi bulan puasa dengan amalan sunah tadarus dan mengikuti kajian Usai shalat jamaah,” terang Wakasis yang juga Ketua PRA Sendangagung ini.
Pada hari kedua puasa itu, Ustadz Fendi M.Pd didaulat menjadi imam shalat Dzuhur sekaligus kultum kepada siswa-siswi. Siswa di dalam mushala didampingi bapak guru, sedangkan siswi di teras bersama ibu guru. Dalam kultumnya, Ustadz Fendi yang juga Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Lamongan ini mengajak jamaah untuk memperteguh niat puasa dan mengisi Ramadhan dengan amalan sunah seperti tadarus, shalat lail dan Dhuha.
Ayah satu anak ini juga menyerukan pentingnya shadaqah dan peduli terhadap sesama di bulan suci ini. “Dengan shadaqah akan meringankan beban orang lain, Allah melihat gandakan pahala dan ini penting diaktualisasikan oleh anak didik Muhammadiyah.”
Usai menyimak kultum penuh makna ini, seluruh jamaah tanpa dikomando berdiri untuk menunaikan shalat sunah ba’diyah 2 rakaat. Kemudian mereka berpamitan pulang ke rumah masing-masing.






0 Tanggapan
Empty Comments