Kajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan di Masjid At-Taqwa Kota Batu, Minggu (19/10/2025), menghadirkan narasumber Prof Triyo Supriyanto PhD yang membahas tema “Kasih Sayang Allah kepada Umat Nabi Muhammad”.
Dalam ceramahnya, Prof. Triyo menguraikan bagaimana kasih sayang Allah tercermin melalui Al-Qur’an, hadis, dan berbagai bentuk kemudahan yang telah umat Nabi Muhammad SAW terima.
Prof. Triyo membuka kajian dengan menukil surah Ar-Rahman. Nama “Ar-Rahman” (Maha Pengasih) di awal surah menjadi penekanan utama.
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai sumber kasih sayang yang mengajarkan Al-Qur’an dan ilmu kepada manusia. Surah ini berulang kali menekankan kasih sayang Allah (Ar-Rahman) kepada manusia, ciptaan-Nya.
Kasih Sayang Allah Tampak Jelas
Lebih lanjut, Prof. Triyo menegaskan bahwa kasih sayang Allah tampak jelas dalam berbagai ayat dan hadis. Dalam surah Al-Anbiya ayat 107, Allah berfirman,
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”.
Menurut tafsir Imam At-Thabari, ayat tersebut menegaskan bahwa para nabi diutus bukan hanya sebagai pembawa syariat, tetapi juga sebagai wujud kasih sayang Allah bagi umat manusia.
Sementara dalam hadis Nabi disebutkan, “Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku,” yang menunjukkan bahwa Allah mendahulukan ampunan daripada azab-Nya.
“Umat terdahulu, begitu berbuat maksiat, langsung mendapat azab, lalu diganti dengan umat berikutnya, tapi tidak dengan kita, kita masih diberi kesempatan untuk bertobat, bahkan batasnya adalah hingga ajal mendekat” jelas Prof Triyo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Imam At-Thabari juga menafsirkan surah At-Taubah ayat 128 sebagai bukti kelembutan dan kasih sayang Nabi Muhammad yang tergambarkan dengan sifat Rauf dan Rahim.
Ayat tersebut juga menggambarkan beliau sebagai sosok yang “penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”.
Beliau sangat menginginkan kebaikan, keimanan, dan keselamatan bagi umatnya. Kasih sayang Rasulullah tampak nyata ketika beliau memohon keringanan jumlah salat bagi umatnya dari 50 kali menjadi 5 kali sehari, dan Allah mengabulkan permintaan tersebut.
“Kita sehari hanya shalat lima kali, itu karena kasih sayang Allah pada kita, umat Nabi Muhammad” kata Prof. Triyo.
Bentuk Kasih Sayang Allah
Di samping itu, Prof. Triyo kemudian menjelaskan bentuk kasih sayang Allah yang lain kepada umat Muhammad.
Pertama, Allah menjadikan umat Nabi Muhammad sebagai umat terbaik, sebagaimana termaktub dalam surah Ali Imran ayat 110, yaitu umat yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Kedua, Islam memberikan kemudahan dalam syariat, sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Baqarah ayat 185, bahwa agama ini progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, kasih sayang Allah juga tampak dalam hadis tentang rahmat takzimiyah, yaitu setiap niat baik yang belum sempat terlaksana sudah bernilai sepuluh kebaikan.
Pintu tobat dan ampunan pun selalu terbuka luas bagi umat Nabi Muhammad, sebagaimana termaktub dalam Q.S. Az-Zumar ayat 53.
Di akhir kajian, Prof. Triyo mengingatkan agar umat Islam menjaga kebersihan jiwa dan menjauhi perbuatan syirik kecil seperti riya. “Tujuan syariat Islam adalah menjaga kehidupan agar baik di dunia maupun di akhirat” tutupnya.





0 Tanggapan
Empty Comments