Suasana khidmat menyelimuti Aula Nyai Walidah TK ABA 36 PPI pada Selasa pagi saat kegiatan Kajian Ramadan berlangsung. Puluhan jamaah hadir mengikuti kajian bertema “Menjemput Surga Melalui Sujud yang Terjaga dan Adab yang Tertata.”
Hadir sebagai narasumber, Ibu Nurfadlilah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi tentang pentingnya kualitas ibadah dan perbaikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa sujud tidak hanya sekadar gerakan dalam salat, melainkan bentuk kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT.
Kegiatan ini turut dihadiri Majelis PAUD Dasmen PRA PPI sebagai pelaksana, serta guru dan pegawai dari KB Tunas ‘Aisyiyah PPI dan TK ‘Aisyiyah 36 PPI.
Dua Fokus Utama Kajian
Dalam pemaparannya, Nurfadlilah menekankan dua pilar penting bagi seorang Muslim: Pertama sujud yang TerjagaIa mengajak jamaah untuk menjaga kekhusyukan salat melalui beberapa hal: menjawab azan, menyegerakan salat, memperhatikan penampilan, menyempurnakan wudhu, serta menghayati bacaan dan gerakan salat.
Kedua Adab yang Tertata. Menurutnya, nilai ibadah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Hal itu mencakup menjaga tutur kata—termasuk di media sosial—menghormati orang tua dan pasangan, serta bersikap ramah kepada sesama.
Ia juga menyoroti adab berbusana bagi Muslimah, yakni memilih pakaian yang sopan, tidak ketat, dan tidak tipis sebagai bentuk penjagaan kehormatan diri.
“Sujud yang terjaga menumbuhkan hati yang tunduk, adab yang tertata melahirkan hubungan yang indah. Siapa yang menjaga salat dan akhlaknya, ia sedang menjemput surga dengan amal nyata,” ujarnya.
Antusiasme Jamaah
Aula Nyai Walidah dipilih sebagai lokasi untuk menghadirkan suasana kekeluargaan. Peserta terlihat antusias, terutama saat sesi tanya jawab mengenai tantangan menjaga konsistensi ibadah di tengah kesibukan, termasuk praktik salat dan wudhu yang benar.
Salah satu peserta, Anik dari TK ABA 36 PPI, mengaku materi kajian terasa sangat berkesan.
“Materinya mengingatkan kembali pentingnya menata adab. Mulai dari tutur kata kepada orang tua, pasangan, teman, hingga di media sosial. Penjelasan tentang adab berpakaian juga sangat menyentuh,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa praktik langsung gerakan salat semakin memudahkan pemahaman.
“Alhamdulillah, ilmu kami bertambah melalui kajian Ramadan kemarin,” tambahnya.
Kegiatan Kajian Ramadan ini diharapkan menjadi momentum bagi jamaah untuk terus memperbaiki diri hingga akhir Ramadan. Setiap sujud dan langkah kebaikan yang dilakukan menjadi bagian dari ikhtiar meraih rida Allah SWT. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments