Pembukaan kegiatan Baitul Arqom tahun 1447 H di SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya secara resmi dengan sambutan yang penuh semangat dan khidmat pada Senin (9/3/2026).
Program pembinaan keislaman intensif ini melibatkan seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Baitul Arqom telah menjadi salah satu program unggulan sekolah yang dirancang khusus untuk membentuk karakter religius serta jiwa kepemimpinan siswa.
Sebagai agenda tahunan di bulan suci Ramadan, kegiatan ini semoga mampu menanamkan nilai-nilai spiritual yang mendalam bagi para peserta didik.
Selain itu, pihak sekolah berkomitmen untuk memperkuat landasan akhlak mulia siswa sejak usia dini melalui berbagai materi edukatif.
Suasana pembukaan terasa sangat hangat dan penuh makna, terutama saat pembacaan sebait pantun penyemangat di hadapan hadirin.
“Pergi ke masjid membawa sajadah, singgah sebentar membeli kurma; Baitul Arqom kelas lima telah dibuka, semoga lahir generasi beriman, unggul, dan berakhlak mulia,” demikian bunyi pantun tersebut.
Kepala SD Muhlas, Mursiah, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa Baitul Arqom bukanlah sekadar rutinitas tahunan di bulan puasa.
Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana strategis dalam membentuk kepribadian siswa agar sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah.
Melalui pendampingan ini, sekolah berharap anak-anak SD Muhlas semakin mencintai Al-Qur’an dan konsisten dalam menjalankan ibadah.
Mursiah juga menekankan pentingnya bagi siswa untuk selalu berbakti kepada orang tua serta menghormati guru dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pembinaan ini merupakan langkah nyata sekolah untuk melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga teguh dalam beriman.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa target utama pendidikan ini adalah membentuk generasi “Khoiru Ummah” atau umat terbaik.
Istilah tersebut merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 110.
Karakteristik generasi unggul ini tandanya adalah berani menegakkan amar ma’ruf dan mencegah kemungkaran.
Selain itu, fondasi utama dari Khoiru Ummah adalah keimanan yang kokoh dan tidak tergoyahkan kepada Allah SWT.
Baitul Arqom tahun ini secara khusus mengusung tema “Berakhlak Seperti Nabi, Berkarya Sepenuh Hati, dan Berdigitalisasi Secara Syar’i.”
Tema tersebut mengajak siswa untuk meneladani perilaku Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan modern.
Siswa didorong untuk terus berkarya dengan penuh tanggung jawab sekaligus bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Pihak sekolah ingin memastikan bahwa literasi digital siswa tetap berpijak pada koridor dan nilai-nilai syariat Islam.
Pada momen yang sama, SD Muhlas juga meluncurkan program inovatif bertajuk “11 Anak Panah SD Muhlas” yang kini memasuki tahun ketiga.
Program ini menerjunkan 11 da’i cilik ke berbagai masjid dan musholla di sekitar lingkungan sekolah untuk menyebarkan syiar Islam.
Tak berhenti di situ, sekolah juga memperkenalkan program baru yaitu Program Pengabdian Masyarakat Khairu Ummah khusus bagi siswa kelas 6.
Program ini dilengkapi dengan proyek Community Service yang melibatkan interaksi langsung antara siswa dengan masyarakat luas.
Beberapa aksi nyata yang dilakukan antara lain pembagian takjil gratis serta aksi merapikan perlengkapan shalat di tempat ibadah.
Siswa juga diajarkan untuk membantu menata alas kaki jamaah dan bertugas menjadi muadzin maupun iqamah saat waktu shalat tiba.
Kegiatan sosial ini juga menyentuh aspek pendidikan dengan membantu aktivitas belajar mengajar di TPQ atau TPA setempat.
Untuk menghidupkan suasana, para siswa didorong membuat kuis kreatif berhadiah bagi santri di masjid-masjid tersebut.
Mereka juga diajarkan memanfaatkan media sosial secara positif dengan membuat konten video laporan atau video report kegiatan dakwah.
Rangkaian agenda Ramadan 1447 H di SD Muhlas memang tergolong padat dan variatif tahun ini.
Kegiatan diawali dengan Kirab Ramadan, kemudian dilanjutkan dengan Kajian Ramadan khusus bagi guru dan karyawan sekolah.
Setelah itu, agenda disusul dengan Baitul Arqom siswa, aksi Takjil On the Road, hingga ditutup dengan kegiatan Bakti Sosial.
Melalui seluruh rangkaian acara tersebut, diharapkan keimanan siswa menjadi semakin kuat dan kepedulian sosial mereka semakin terasah.
Sekolah berharap semangat berdakwah ini dapat terus tertanam dalam diri siswa meskipun bulan Ramadan telah berlalu.
Pada akhirnya, SD Muhammadiyah 11 Surabaya optimis siswanya akan tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan siap menjadi pemimpin di masa depan.***






0 Tanggapan
Empty Comments