MA Muhammadiyah 11 Tahfidzul Qur’an (MAMTAQ) Kranji menggelar Latihan Jurnalistik bertema “Tulis dengan Hati, Baca dengan Pikiran” pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren At-Taqwa dan menghadirkan penulis muda sekaligus Editor PWMU.CO, Alfain Jalaluddin Ramadlan, sebagai narasumber.
Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri atas Kepala MAMTAQ Kranji Anas Ma’ruf, S.Sos., para guru, serta siswa MA Muhammadiyah 11 Tahfidzul Qur’an. Turut hadir pula Kepala MTs Muhammadiyah 17 Kranji Qurrotul Ain, M.Pd., perwakilan guru dari TK Aisyiyah, MI Muhammadiyah 09, serta MTs Muhammadiyah 17 Kranji.
Menariknya, dalam pelatihan tersebut hadir tiga peserta termuda yang merupakan siswa MTs Muhammadiyah 17 Kranji, yakni Nur Laili, Khaira Izza Huda, dan Rafilah Maiza dari kelas VIII A. Ketiganya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi bersama peserta lainnya.
Ketua Panitia, Yusron Shobachi, Lc., mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi generasi Qur’ani di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial.
“Generasi saat ini harus mampu memfilter berita dan sajian media sosial. Karena itu, tema pelatihan ini bermakna metafora: hati memang tidak bisa menulis, tetapi menulis harus dengan hati dan perasaan; pikiran tidak bisa membaca, tetapi membaca harus dengan pikiran, yakni dengan mentadabburinya,” tutur Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAMTAQ Kranji tersebut.
Sementara itu, Kepala MAMTAQ Kranji, Anas Ma’ruf, S.Sos., dalam sambutannya berharap kegiatan ini memiliki tindak lanjut nyata.
“Setelah pelatihan menulis ini, pertama, anak-anak dan lembaga diharapkan mampu mengelola media sosial dengan redaksi yang baik dan tepat; kedua, semua peserta mulai gemar menulis,” ujar pria yang juga menjabat Sekretaris PCM Paciran itu.
Dalam pemaparannya, Alfain—yang akrab disapa Mas Alfain oleh peserta—menyampaikan materi seputar pengertian jurnalistik, unsur-unsur berita, teknik penulisan berita, teknik wawancara, penyusunan poin pertanyaan, hingga praktik penulisan berita.
Editor PWMU.CO tersebut juga berbagi kisah perjalanan kepenulisannya.
“Sebelum menjadi editor, saya adalah kontributor. Saya mulai menulis sejak 2021. Alhamdulillah, setiap tahun dari 2022 hingga 2024 saya menerima penghargaan sebagai kontributor terproduktif PWMU.CO,” ungkapnya.
Ia menegaskan, “Kunci menjadi penulis adalah niat dan istiqamah.”
Mas Alfain juga berpesan agar para peserta terus membiasakan diri menulis, baik dari pengalaman pribadi maupun dengan meliput setiap kegiatan yang ada di sekolah.
Pada sesi terakhir, seluruh peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan penulisan berita. Beberapa peserta memberanikan diri maju ke depan untuk membacakan hasil karyanya. Dari tiga peserta yang tampil, satu di antaranya merupakan siswa MTs Muhammadiyah 17 Kranji yang berhasil terpilih sebagai penulis berita terbaik dan karyanya dipublikasikan di PWMU.CO. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments