Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inovasi Siswa SMA AMF, Bonggol Jagung Diolah Jadi Penyerap Polusi Udara

Iklan Landscape Smamda
Inovasi Siswa SMA AMF, Bonggol Jagung Diolah Jadi Penyerap Polusi Udara
Santri PPI AMF Ubah Bonggol Jagung Jadi Penyerap Kelembapan Ramah Lingkungan (Farrell Syatir Wafi Al-Ghani/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga siswa SMA Abdul Malik Fadjar (AMF) mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi produk penyerap polusi udara dalam ruangan. Melalui produk bernama Bonggol Arum, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, Athaya Khalfani Arham Prihantoro, dan Maulana Malik Ibrahim mengolah bonggol jagung menjadi biochar aromatik yang memiliki fungsi penyerapan bau dan kelembapan.

Perwakilan tim, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, menjelaskan bahwa ide pembuatan Bonggol Arum berawal dari pengamatan terhadap melimpahnya limbah pertanian di Kabupaten Malang. Sebagai salah satu sentra jagung terbesar di Jawa Timur, wilayah tersebut menghasilkan sekitar 51 ribu ton bonggol jagung yang kerap dibuang atau dibakar oleh petani.

Para santri melihat adanya potensi limbah biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Di sisi lain, kualitas udara dalam ruangan seperti bau apek dan kelembapan sering menjadi masalah kesehatan pernapasan,” jelas Farrell dalam wawancaranya di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang.

Tim AMF kemudian merancang solusi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah bonggol jagung melalui proses pirolisis terkendali. Proses tersebut menghasilkan biochar berpori yang dapat menyerap polutan udara.

Bonggol Arum dikembangkan sebagai alternatif produk penyerap kelembapan dan bau berbahan sintetis. Produk ini memiliki fungsi 3-in-1, yaitu menyerap bau tidak sedap, mengontrol kelembapan ruangan, serta menyerap polutan udara ringan seperti amonia dan etanol.

Farrell menjelaskan bahwa proses pembuatan dimulai dengan pirolisis bonggol jagung kering pada suhu 300–600 derajat Celsius selama satu hingga empat jam hingga menghasilkan biochar padat. Biochar tersebut kemudian didinginkan dan dibersihkan. Pewangi alami dibuat dengan merebus bahan organik, seperti kayu manis, serai, atau daun jeruk, selama 20–30 menit. Setelah itu, ditambahkan etanol food grade untuk mengikat aroma, kemudian disaring hingga jernih.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tahap akhir melibatkan pencampuran 100 gram biochar dengan 20–30 mililiter (ml) ekstrak pewangi. Campuran tersebut didiamkan dalam wadah tertutup selama 24–48 jam agar aroma terserap secara optimal. Selanjutnya, bahan dikeringkan kembali pada suhu 40–50 derajat Celsius sebelum dikemas ke dalam kantong teh dan pouch kain goni.

Inovasi tersebut mengantarkan tim SMA AMF meraih prestasi pada ajang Olympicad VIII yang diselenggarakan di Makassar pada Februari 2026. Tim Bonggol Arum memperoleh medali perak dengan nilai 84,7 dan menempati peringkat kedelapan tingkat nasional.

Guru pendamping, Rachmadanti Chairatul Nisa, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Selamat tim! Saya bangga atas kerja keras kalian melihat potensi limbah bonggol jagung menjadi produk bernilai tambah dan eco friendly,” jelasnya.

Rachmadanti mendampingi tim dalam proses pengembangan, mulai dari validasi ide dan perumusan solusi, penyusunan proposal, proyeksi keuangan, pembuatan prototipe produk, penyusunan pitching deck, hingga pelatihan public speaking dan pemberian motivasi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu