Mahasiswa Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan penelitian terkait isu strategis integrasi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam kurikulum sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan oleh Yanuar, S.Pd., mahasiswa dengan latar belakang pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Penelitian tersebut berfokus pada proses pembelajaran siswa kelas IV di SD Muhammadiyah 1–2 Taman (SD Mumtaz). Kegiatan penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap praktik pembelajaran di kelas untuk melihat bagaimana pendekatan STEM diimplementasikan secara terintegrasi dalam kurikulum sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran berbasis STEM terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan pemecahan masalah melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif.
Pembelajaran STEM
Kaur Kurikulum SD Mumtaz, Dewoto Kusumo, M.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan STEM yang dipadukan dengan model Design Thinking memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Ia menegaskan bahwa secara struktur kurikulum, STEM merupakan pendekatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan kokurikuler di sekolah.
“Pendekatan STEM dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 serta berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian delapan dimensi Profil Lulusan Murid. Melalui tahapan Design Thinking—mulai dari empati, perumusan masalah, pengembangan ide, pembuatan prototipe, hingga pengujian—peserta didik dibekali kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta mampu memecahkan masalah secara sistematis dan kontekstual,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Fatchul Mubarok, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan berbagai strategi sekolah dalam mendukung implementasi STEM. Salah satunya melalui penguatan kurikulum, yaitu dengan menyelaraskan kurikulum sekolah dengan pendekatan STEM yang terintegrasi dalam tema-tema pembelajaran.
Selain itu, sekolah juga berfokus pada peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan rutin terkait pembelajaran STEM serta mendorong kolaborasi lintas mata pelajaran untuk merancang kegiatan pembelajaran terpadu. Dari sisi fasilitas, sekolah menyediakan laboratorium sederhana, sudut eksperimen, dan ruang kreatif yang mendukung praktik STEM, serta memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi edukasi, coding untuk anak, dan kit eksperimen sederhana.
Tumbuhkan Budaya Inovatif
Dalam hal kolaborasi, SD Mumtaz aktif melibatkan orang tua serta menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi, komunitas sains, dan lembaga Muhammadiyah guna mendukung kegiatan workshop, mentoring, dan lomba STEM. Sekolah juga menumbuhkan budaya inovatif dengan memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan karya siswa di bidang STEM.
Lebih lanjut, Fatchul Mubarok, S.Th.I., M.Pd., menekankan pentingnya integrasi nilai keislaman dan karakter dalam pembelajaran STEM. Menurutnya, STEM tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Allah SWT serta menanamkan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Pembelajaran STEM di SD Mumtaz juga dikaitkan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia.
Melalui penelitian ini, diharapkan SD Muhammadiyah 1–2 Taman dapat menjadi rujukan sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran STEM yang inovatif, berkarakter, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments