
Oleh: Nur Khafiyah NIM 20231114041
PWMU.CO – Anak usia dini merupakan masa golden age (masa emas), yakni periode perkembangan paling pesat dan menentukan arah tumbuh kembang anak, baik secara fisik, intelektual, emosional, spiritual, maupun sosial.
Pada usia 0–6 tahun, pembentukan karakter dan nilai dasar kehidupan sangat krusial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi hal yang sangat penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD).
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.
Internalisasi nilai-nilai AIK dalam PAUD menjadi upaya strategis dalam membentuk pribadi yang religius, berakhlak mulia, mandiri, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Perspektif Yuridis dan Landasan Ideologis
Secara yuridis, pendidikan karakter merupakan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyebutkan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Di sisi lain, Kurikulum Merdeka yang diterapkan dalam PAUD memberikan ruang integratif melalui:
- Capaian Pembelajaran (CP): Mengembangkan dimensi spiritual dan sosial anak.
- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5): Misalnya, tema Cinta Lingkungan dapat dikaitkan dengan ajaran Islam tentang kebersihan.
Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai AIK melalui lembaga pendidikan seperti TK ABA (Aisyiyah Bustanul Athfal), dengan visi membentuk generasi yang berlandaskan tauhid, berilmu, dan siap menjadi bagian dari peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai tersebut selaras dengan ideologi Islam Berkemajuan, yakni terbuka terhadap ilmu pengetahuan, tetapi tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Perspektif Pedagogis: Metode Internalisasi Nilai AIK di PAUD
Pengajaran nilai-nilai AIK dalam PAUD dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini, antara lain:
- Keteladanan (Uswah Hasanah)
Guru dan orang tua menjadi model langsung perilaku Islami, seperti berkata jujur, bersikap sopan, atau beribadah dengan khusyuk. Anak akan meniru perilaku ini secara alami. - Pembiasaan
Kegiatan rutin harian seperti berdoa sebelum belajar, memberi salam, antre, membersihkan mainan, dan membuang sampah pada tempatnya menjadi media penanaman nilai-nilai secara konsisten.






0 Tanggapan
Empty Comments