Pembukaan sebuah kegiatan yang biasanya berupa seremoni belaka, berhasil diubah menjadi ruang diskusi yang begitu serius.
Situasi ini terlihat dalam pembukaan Darul Arqam Madya Nasional (DAMNAS) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya yang berlangsung pada Sabtu (20/12/2025) di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Arjosari, Kota Malang.
Para narasumber yang diundang untuk memberikan keynote speech, menyampaikan bagaimana tantangan artificial intelligence (AI) begitu berdampak terhadap perkembangan peradaban manusia.
Dalam sesi paparannya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Choirul Umam, S.Pd., mengingatkan para peserta untuk tetap bijak dalam menggunakan kemajuan AI.
“Kawan-kawan tinggal membiasakan diri untuk menggunakan dan memanfaatkan AI dengan bijak. Gunakan ChatGPT dengan prompt sesuai kebutuhan kita,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam dunia sekarang ini kita harus menggunakan pengetahuan untuk menyaring segala informasi yang diberikan kepada kita. Sehingga dapat diketahui makna diluar dan didalam fenomena tersebut.
Ia mencontohkan bagaimana filsafat ilmu melahirkan tiga pilar utama dalam critical thinking, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Oleh sebab itu, baginya generasi muda harus memanfaatkan pengetahuan yang semakin berkembang.
“Tidak ada yang diragukan dari diri kawan-kawan untuk menggunakan prompt sebagai pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan kita,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. turut memaparkan realitas penggunaan AI yang kini telah merambah hingga ke hal-hal paling sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Meski AI menawarkan kemudahan, ia mengingatkan adanya risiko manipulasi yang semakin canggih.
“AI mulai aktif digunakan untuk berbagai hal, bahkan mempertanyakan hal sepele pun kini bertanya menggunakan AI. Namun, kita harus waspada karena AI dapat digunakan untuk memanipulasi, mulai dari gambar hingga kata-kata,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan memahami pola bisnis digital, seseorang dapat lebih dini mendeteksi potensi penipuan atau manipulasi tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, DAMNAS PC IMM Malang Raya tahun ini mengangkat tema Dialektika Manusia dan Teknologi di Era Society 5.0.
Kegiatan perkaderan utama ini diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai religiusitas dan kemanusiaan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments