Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan 1447 Hijriah, suasana i‘tikaf di Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir, berlangsung khusyuk dengan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Rangkaian ibadah yang dilaksanakan pada malam-malam tersebut diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung hingga menjelang waktu fajar.
Masjid yang berada berdampingan dengan Universitas Al-Azhar itu dipadati oleh jamaah yang datang untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. Para jamaah melaksanakan berbagai ibadah, seperti shalat malam, tilawah Al-Qur’an, zikir, serta doa secara berjamaah maupun secara individual di dalam area masjid.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah shalat tahajud berjamaah yang diimami oleh para masyayikh Al-Azhar. Para jamaah memenuhi saf-saf masjid untuk mengikuti rangkaian shalat malam tersebut. Bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dilantunkan oleh para imam dengan tartil sehingga suasana ibadah berlangsung dengan tertib dan khusyuk.
Dalam pelaksanaan shalat tahajud tersebut, bacaan Al-Qur’an dibacakan dengan berbagai riwayat qira’at oleh para imam dari kalangan ulama Al-Azhar. Tradisi tersebut menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Azhar. Para imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan riwayat yang berbeda sesuai dengan disiplin ilmu qira’at yang mereka kuasai.

Praktik pembacaan Al-Qur’an dengan berbagai riwayat qira’at tersebut mencerminkan tradisi keilmuan yang berkembang di lingkungan Al-Azhar. Dalam kajian ilmu Al-Qur’an, qira’at merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari berbagai riwayat bacaan Al-Qur’an yang diakui dalam tradisi keilmuan Islam.
Setelah rangkaian shalat malam selesai, para jamaah yang beri‘tikaf tetap melanjutkan ibadah di dalam masjid. Sebagian jamaah melanjutkan tilawah Al-Qur’an, sementara sebagian lainnya melaksanakan zikir dan doa sambil menunggu waktu sahur.
Menjelang waktu sahur, para jamaah kemudian makan bersama secara sederhana di dalam masjid. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan di antara para jamaah yang berasal dari berbagai latar belakang. Setelah sahur, sebagian jamaah melanjutkan ibadah hingga menjelang waktu fajar.
Tradisi i‘tikaf yang dilaksanakan di Masjid Al-Azhar setiap tahun menjadi bagian dari upaya menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan karakter Al-Azhar sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang menggabungkan tradisi keilmuan dengan praktik ibadah.
Melalui pelaksanaan shalat tahajud berjamaah yang diimami oleh para ulama serta pembacaan Al-Qur’an dengan berbagai riwayat qira’at, suasana malam di Masjid Al-Azhar memberikan pengalaman spiritual bagi para jamaah yang menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments