Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jadilah Abudzar Al-Ghifari Masa Kini, Pesan Kadiv PPM Al Manar Umpo

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Pesma Al Manar Umpo. (Rihan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana gerimis menjadi saksi berakhirnya salah satu fase penting dalam perjalanan spiritual dan intelektual para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo) yang tergabung dalam Program Pesantren Mahasiswa Al Manar Umpo Gelombang 6 (10/5/2025).

Dengan suasana yang penuh khidmat dan kehangatan, Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Manar resmi menutup program Pesma Gelombang 6.

Sebagai program wajib bagi seluruh mahasiswa Umpo, Pesma Al Manar bukan hanya menjadi tempat tinggal sementara, namun juga laboratorium kehidupan yang menanamkan nilai-nilai adab, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman keislaman yang menyeluruh.

Salah satu ciri khas dan keunggulan dari program ini adalah tahfidh Juz 30, di mana para mahasantri ditanamkan kedekatan dengan al-Quran sebagai pondasi utama kehidupan.

Acara penutupan yang dilaksanakan di Masjid Pesma Al Manar ini dihadiri oleh Kepala BP3DI Umpo, Dr Sri Susanti MA, segenap pengurus, musyrif/mudabbir, hingga para Mahasantri Gelombang 6 yang telah menyelesaikan masa menjadi Mahasantri.

Momen ini menjadi ajang refleksi dan penguatan komitmen sebelum para mahasantri kembali ke dunia kampus dan masyarakat luas.

Salah satu pesan yang paling menggugah disampaikan oleh Kepala Divisi Pengkaderan dan Pesantren Mahasiswa (PPM) Al Manar, Dr Nurul Abidin Lc MEd.

Dalam sambutannya yang hangat dan penuh makna, ia mengajak seluruh mahasantri untuk meneladani sosok sahabat Nabi yang mulia, Abudzar Al-Ghifari.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Jadilah Abudzar Al-Ghifari masa kini,” seru beliau dengan penuh semangat. “Sosok yang sederhana, penuh keberanian dalam menyuarakan kebenaran, dan konsisten dalam menegakkan keadilan sosial. Di tengah tantangan zaman, dibutuhkan pribadi-pribadi tangguh yang tak hanya saleh secara individu, tetapi juga peduli dan siap memperbaiki lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari perubahan kecil dalam diri. Keteladanan Abudzar adalah contoh bagaimana keteguhan pribadi bisa menjadi inspirasi perubahan masyarakat.

Maka, para mahasantri diharapkan mampu membawa nilai-nilai itu keluar dari Pesma dan mewarnai kehidupan nyata dengan semangat adab, ilmu, dan pengabdian.

Dengan penutupan ini, Pesma Al Manar kembali melepas para mahasantri yang telah dididik menjadi pribadi unggul. Meskipun masa mondok telah usai, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan akan terus menyala.

Karena sejatinya, menjadi santri adalah proses seumur hidup, menjadi pribadi yang senantiasa belajar, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi sesama.(*)

Penulis Rihan Dwidarmawati Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu