
PWMU.CO – Kabar bahagia datang dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dr Radius Setiyawan SPd MA resmi menyandang gelar doktor usai menjalani sidang terbuka promosi doktor. Capaian akademik ini disambut suka cita oleh berbagai pihak, termasuk keluarga besar MPID PWM Jatim dan Redaksi PWMU.CO. ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Dr Aribowo MS, menjadi salah satu pengujinya.

Pemimpin Redaksi PWMU.CO, Azrohal Hasan, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian Radius. “Selamat dan sukses atas diraihnya gelar doktor oleh Dr Radius Setiawan SPd MA. Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kami, karena beliau tidak hanya aktif sebagai akademisi dan birokrat kampus, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pengembangan media dakwah digital Muhammadiyah Jawa Timur,” ujarnya.
Radius saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ia juga merupakan salah satu penggagas dan motor utama transformasi digital informasi persyarikatan di era media baru, termasuk dalam penguatan ekosistem jurnalisme komunitas melalui PWMU.CO.
Dalam wawancara singkat usai sidang promosi doktor, Radius menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar capaian ini menjadi pelecut semangat kader-kader muda Muhammadiyah. “Gelar ini bukan sekadar pencapaian akademik, tapi juga bagian dari tanggung jawab untuk terus memberi manfaat dan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan Persyarikatan,” kata pria yang juga dikenal aktif di berbagai forum nasional ini.
Radius juga menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan dakwah berbasis media. “Muhammadiyah sejak awal adalah gerakan yang bertumpu pada ilmu dan rasionalitas. Maka tugas kita hari ini adalah memastikan dakwah Muhammadiyah tetap kontekstual, cerdas, dan mampu menjawab tantangan zaman—baik melalui kampus maupun kanal digital seperti PWMU.CO,” ungkapnya.
Radius dengan Disertasinya yang berjudul “Ideologi Gender dan Ekologi Dalam Buku teks Kurikulum Merdeka: Kajian Ekofeminisme” menurut dia cara pandang bias gender tidak berbanding lurus dengan persoalan ekologi terutama di era orde baru, persoalan ini memang harus dipahami secara menyeluruh.
Selama ini, Radius Setiawan dikenal sebagai sosok yang tekun dan inovatif. Ia turut membangun sistem informasi PWM Jatim yang lebih modern dan terintegrasi. Dalam perannya di PWMU.CO, Radius banyak terlibat dalam pengembangan kapasitas jurnalis komunitas dan strategi konten yang relevan untuk dakwah pencerahan Muhammadiyah.
Ucapan selamat juga datang dari jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, akademisi, serta aktivis media Islam. Mereka menilai bahwa keberhasilan Radius adalah cerminan dari kombinasi antara integritas, keilmuan, dan semangat pengabdian yang menjadi ciri kader Muhammadiyah sejati.
Selamat dan sukses, Dr. Radius Setiawan! Semoga ilmu dan amanah yang diemban terus menjadi jalan dakwah dan pencerahan bagi umat. (*)
Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments