Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jamaah Masjid Sujud Diingatkan Karakter Internet yang ‘Khalidina fiha Abadan’

Iklan Landscape Smamda
Jamaah Masjid Sujud Diingatkan Karakter Internet yang ‘Khalidina fiha Abadan’
pwmu.co -
Masjid Al Fattah diambil pada Ahad (3/7/2022). Fasad bangunan tampas superti orang sujud. Seperti dijelaskan sesepuh masjid H Sutrimo bahwa arsitektur masjid itu untuk menggambarkan orang sujud. Kiri bagian kepala dan kanan kaki. “Makanya tidak ada kubahnya,” katanya pada PWMU.CO Ahad. (Anifatul Asfiyah/PWMU.CO)

Viralkan Kebaikan 

Selain menulis sendiri, Fatoni mengajak peserta agar banyak membagikan dan memviralkan berita dari sumber kredibel. Sebab, menurut pengamatan Fatoni, untuk berita media Islam, warga Muhammadiyah masih pelit ‘jempol’ (untuk klik, ketik komentar, dan membagikan). 

Dengan pembaca yang banyak, lanjut Fatoni, berita akan mudah muncul di permukaan Google. “Medsos itu bisnisnya hanya ‘jempol’ (klik, ketik komentar, tekan bagikan). Deddy Corbuzier kaya karena videonya ditonton!” 

Penulis buku Tuhan yang Terpenjara itu berpesan, “Kalau ada kebaikan maka sebarkan, kalau ada keburukan maka hentikan! Dakwah digital termasuk amar makruf ketika kita membagikan kebaikan.” 

Dia mengungkap, “Prinsipnya di internet itu seperti khalidina fiha abadan (kekal di dalamnya selama-lamanya). Kebaikan yang Bapak Ibu kirim di internet itu akan ‘abad’i.” Kepada PWMU.CO, Senin (4/7/22) Fatoni menyampaikan, ungkapan itu dia dapatkan kali pertama dari Rohman Budijanto, Penasihat LIK PWM Jatim.

Maksudnya, konten yang dibuat atau bagikan itu bisa disebarkan orang lain, sehingga tetap meninggalkan jejak digital meski sang pembuat telah menghapusnya. Begitupula konten keburukan, jejaknya di internet akan abadi. “Misal belum hijab, fotonya disebarkan di internet. Kalau sudah hijrah, malu, kan?” ucapnya. 

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kepada para jamaah, Fatoni juga berpesan, “Gunakan internet untuk dakwah kebaikan. Omongan jelek-jelek, bertengkar sama tetangga gak usah di-upload! ‘Nyanyi’ di WhatsApp pakai status, itu nanti di screenshot sama orang sebagai bukti!” 

Dia juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati menahan jempolnya untuk menyindir tetangga lewat media sosialnya. Dia menegaskan, “Jangan upload! Nanti getun (menyesal), gak bisa dihapus,” imbuhnya. 

Fatoni akhirnya mengimbau, “Sekarang, masjid ini harus meningkatkan dakwah digitalnya karena peran media sosial begitu besar!” (*)

https://pwmu.co/246356/07/04/hati-hati-termakan-bualan-di-media-sosial/
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu