Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jamaah Meluap hingga Jalan Raya, Salat Id di Masjid Nur Hidayah Driyorejo Berlangsung Khidmat

Iklan Landscape Smamda
Jamaah Meluap hingga Jalan Raya, Salat Id di Masjid Nur Hidayah Driyorejo Berlangsung Khidmat
Foto suasana Sholat Idul Fitri 1447 H di halaman Masjid Nur Hidayah Kota Baru Driyorejo Gresik bersama imam dan khatib Ustadz Muhammad Jamalludin, M. Ag. Foto: Elisyah Susanty/PWMU.CO
pwmu.co -

Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Masjid Nur Hidayah, Kota Baru Driyorejo, Gresik, berlangsung khidmat sekaligus dipadati jamaah hingga meluap ke badan jalan, Jumat (20/3/2026). Tingginya antusiasme masyarakat membuat akses jalan di sekitar masjid ditutup sementara demi kelancaran dan keamanan ibadah.

Sejak pukul 05.30 WIB, jamaah mulai berdatangan dari berbagai wilayah, tidak hanya dari lingkungan perumahan setempat, tetapi juga dari kawasan lain di Driyorejo. Halaman masjid yang berlokasi di Jalan Raya Pancawarna 11C AU 18–19 tidak mampu menampung seluruh jamaah, sehingga sebagian diarahkan melaksanakan salat di badan jalan yang telah disterilkan.

Ketua panitia pelaksana, Sutikno, bersama pihak keamanan setempat sigap mengatur arus lalu lintas. Sebanyak empat personel keamanan dari SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) turut dikerahkan. Penutupan jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dilakukan dengan pemasangan pembatas.

“Kami bekerja sama dengan pihak RT dan RW setempat, dan ini hanya bersifat sementara,” ujar Sutikno. Langkah tersebut mendapat dukungan warga karena dinilai penting untuk menjaga kekhusyukan ibadah.

Salat Id dimulai pukul 06.00 WIB dengan Ustadz Muhammad Jamalludin, M.Ag, sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukanlah akhir dari perjalanan ibadah, melainkan titik awal untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dilatih selama Ramadan.

“Idulfitri adalah momentum kembali kepada fitrah, namun bukan berarti perjuangan berhenti. Justru ini menjadi awal untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal,” ujarnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ia juga mengingatkan bahwa ujian setelah Ramadan akan menjadi ukuran konsistensi seorang Muslim dalam menjaga amal. Menurutnya, amalan yang dilakukan secara kontinu, meskipun sedikit, tetap bernilai besar di sisi Allah.

Usai salat, suasana kehangatan tampak di antara jamaah. Mereka saling bersalaman, bermaaf-maafan, dan bercengkerama dengan akrab sembari menikmati teh hangat yang disediakan panitia.

Salah satu jamaah, Buati, mengaku bersyukur dapat mengikuti salat Id bersama ratusan jamaah lainnya. “Senang bisa salat Id dan merayakan hari ini bersama jamaah lainnya,” ungkapnya.

Kegiatan ini menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam beribadah sekaligus mempererat silaturahmi. Nilai-nilai yang disampaikan dalam khutbah diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar semangat Ramadan tetap terjaga sepanjang tahun. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡