Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jamaah Membludak, Salat Idulfitri PCM Babat Berlangsung Khidmat di Lapangan Sawonggaling

Iklan Landscape Smamda
Jamaah Membludak, Salat Idulfitri PCM Babat Berlangsung Khidmat di Lapangan Sawonggaling
Prof. Abd. Haris, MA. Foto: Hilman Sueb/PWMU.CO
pwmu.co -

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat berlangsung khidmat dan dipadati jamaah di Lapangan Sawonggaling Babat, Jumat (20/3/2026).

Membludaknya jamaah tidak lepas dari kehadiran para pemudik yang langsung mengikuti salat Idulfitri setibanya di kampung halaman. Kondisi ini membuat panitia harus beberapa kali menambah saf untuk menampung jamaah yang terus berdatangan.

Meski jumlah jamaah sangat besar, pelaksanaan tetap berjalan tertib. Kendaraan roda dua maupun roda empat tertata rapi berkat kesiapan panitia dalam mengatur parkir dan arus jamaah.

Ketua PCM Babat, H. Ahmad Arif Rahman Saidi, mengaku bangga atas kesiapan panitia dan antusiasme jamaah. Ia juga mengapresiasi kekhidmatan jamaah selama pelaksanaan berlangsung.

“Alhamdulillah, jamaah sangat banyak dan tetap tenang meskipun durasi ceramah cukup panjang. Ini menjadi pelajaran berharga untuk pelaksanaan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Dalam khutbah Idulfitri, Prof. Dr. Abd. Haris, M.A., Guru Besar Universitas Malang, mengingatkan tentang tujuan utama ibadah puasa Ramadan, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Menurutnya, seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama Ramadan diharapkan diterima Allah SWT sebagai bekal menuju pribadi yang lebih baik.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Kita berharap seluruh amal yang telah dilakukan dengan penuh kesungguhan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa siapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari).

Lebih lanjut, Prof. Haris menegaskan bahwa Ramadan merupakan proses pembentukan diri menuju insan bertakwa. Oleh karena itu, nilai-nilai kebaikan selama Ramadan harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan adalah perjalanan menuju pribadi yang bertakwa. Maka, tradisi kebaikan seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan meningkatkan ketakwaan harus terus dibudayakan setelah Ramadan,” jelasnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri atas ibadah yang telah dijalani selama Ramadan.

“Apakah Ramadan benar-benar kita manfaatkan dengan baik atau belum. Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡