Pengajian hari ini di Masjid Al Jihad Banjarmasin menghadirkan tausiyah mendalam dari KH Fathurrahman Kamal, Lc., M.S.I., Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jum’at (14/11/2025).
Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan dua pesan besar yang mengetuk hati jamaah: menjaga amanah Muhammadiyah dan menjaga martabat kemanusiaan di tengah derasnya arus dehumanisasi.
Di hadapan jamaah yang memenuhi area masjid sejak Subuh, KH Fathurrahman mengingatkan agar warga persyarikatan tidak memanfaatkan Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa pengkhianatan seperti itu pada akhirnya akan mendapat balasan dari Allah SWT.
“Barang siapa yang mengkhianati Muhammadiyah, memanfaatkan Muhammadiyah untuk kepentingan dirinya sendiri; suatu saat, lambat namun pasti Allah akan merendahkan bahkan menghinakan hidupnya,” ujarnya dengan suara tegas.
Menurutnya, Muhammadiyah adalah organisasi dakwah yang berdiri di atas nilai amanah, keikhlasan, dan ketulusan. Karena itu, setiap kader, pimpinan, dan simpatisan harus menjaga kemurnian perjuangan dan tidak menggunakan persyarikatan sebagai sarana memperoleh kekuasaan, keuntungan ekonomi, atau popularitas.
Selain menyoroti persoalan amanah, KH Fathurrahman juga menyinggung kondisi sosial yang disebutnya sebagai fase dehumanisasi. “Saat ini kita sedang menghadapi kenyataan dehumanisasi. Manusianya ada, tapi kemanusiaannya tidak ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi, persaingan ekonomi, dan budaya konsumtif seringkali melahirkan generasi yang kehilangan empati, rasa peduli, dan kepekaan sosial.
Fenomena ini, lanjutnya, harus menjadi perhatian seluruh warga Muhammadiyah. Dakwah amar makruf nahi mungkar tidak hanya berbentuk pengajian, tetapi juga pengkhidmatan sosial yang mampu mengembalikan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Ia mengajak jamaah untuk meneguhkan kembali pentingnya akhlak, solidaritas, dan kepedulian sebagai pilar utama gerakan dakwah.
Pengajian diakhiri dengan doa bersama agar Allah menjaga Muhammadiyah tetap bersih, kuat, dan istiqamah dalam perjuangannya. Para jamaah menyambut positif pesan-pesan KH Fathurrahman dan berharap pengajian seperti ini terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat spiritualitas dan karakter umat.
Masjid Al Jihad Banjarmasin kembali menjadi saksi bahwa dakwah Subuh bukan hanya ritual, tetapi juga ruang untuk menata hati, meluruskan niat, dan memperbarui komitmen perjuangan dalam kehidupan berorganisasi maupun kehidupan sosial secara keseluruhan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments