Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Janji Dokter Muda Angkatan VI FK UM Surabaya 2025 Digelar di RSUD Dr Soegiri Lamongan

Iklan Landscape Smamda
Janji Dokter Muda Angkatan VI FK UM Surabaya 2025 Digelar di RSUD Dr Soegiri Lamongan
Foto bersama seusai penandatanganan naskah janji dokter muda. (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) menggelar Janji Dokter Muda Angkatan ke-VI tahun 2025 di RSUD Dr Soegiri Lamongan, yang merupakan rumah sakit pendidikan utamanya, pada Rabu (13/8/2025) pagi.

Pembacaan janji oleh para dokter muda baru berlangsung khidmat, menandai kesiapan mereka memasuki masa praktik klinik di wahana pendidikan utama, satelit, dan afiliasi.

Dekan FK UM Surabaya, dr M Jusuf Wibisono SpP (K), dalam sambutannya menegaskan bahwa naskah janji dokter muda bukan sekadar rangkaian kata.

“Tiap kalimatnya harus diinternalisasi dalam diri setiap dokter muda sehingga visi FK UM Surabaya untuk menghasilkan lulusan unggul dalam Manajemen Pelayanan Kesehatan berlandaskan moralitas, intelektualitas, dan berjiwa entrepreneur dapat tercapai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan spiritualitas selama menjalani pendidikan profesi. “Menjadi dokter muda di UM Surabaya harus pandai menjaga etika serta spiritualitas,” tegasnya.

Pisah Kenal Direktur RSUD Dr Soegiri

Acara ini juga menjadi momen perpisahan Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan, dr Moch Chaidir Annas MMKes MEK, dengan civitas akademika FK UM Surabaya, sekaligus perkenalan Plt. Direktur baru, dr Abdur Rohman SpPD.

Dalam sambutannya, dr Annas mengungkapkan rasa bangga atas perjalanan kerja sama dengan FK UM Surabaya sejak menerima mahasiswa clerkship pertama pada 2020 hingga penetapan RSUD Dr Soegiri sebagai rumah sakit pendidikan resmi pada 2022.

“Saya merasa bangga sejauh ini apa yang sudah kita rintis bersama-sama. Mulai menerima mahasiswa clerkship tahun 2020, sampai kita berproses akreditasi RS Pendidikan, lalu di tahun 2022 kita resmi ditetapkan oleh Kemenkes menjadi RS pendidikan untuk FK UM Surabaya. Menurut saya itu adalah puncak tujuan kita pada saat itu berhasil. Namun nyatanya FK UM Surabaya tidak puas hanya sampai di situ, sampai saat ini juga terus berproses hingga mendapatkan akreditasi institusi Unggul,” ungkapnya.

Ia juga terkesan dengan jumlah peserta janji dokter muda tahun ini. “Hari ini kita belum pernah menyaksikan janji DM dengan peserta sebanyak ini. Ini merupakan capaian luar biasa oleh FK UM Surabaya dan RSUD Dr Soegiri,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sambil berpamitan, dr Annas mengatakan, “Banyak kenangan yang saya dapatkan ketika kita bersama. Saya juga cukup lama di sini selama 7 tahun 9 hari. Manis pahit kita rasakan bersama. Bilamana dalam interaksi kita ada hal-hal yang tidak berkenan atau menyakiti hati bapak ibu sekalian, saya sengaja mengambil momen ini untuk berpamitan kepada civitas akademika FK UM Surabaya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur dr Annas.

“Sukses untuk adik-adik dokter muda, sukses untuk FK UM Surabaya, sukses untuk RSUD Dr Soegiri Lamongan, sukses untuk semua orang tua dokter muda, dan sukses untuk kita semua,” ungkapnya.

Pesan untuk Dokter Muda

Plt Direktur RSUD Dr Soegiri Lamongan, dr Abdur Rohman SpPD, menekankan pentingnya adab dalam profesi kedokteran. “Ada ungkapan dalam bahasa Arab ‘al-adab fauqol ilmi’ – adab di atas ilmu. Karena yang kita hadapi adalah manusia, yang memiliki aspek psikologis dan sosial. Jika kalian pintar beradab, maka akan menjadi dokter yang paripurna,” pesannya.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Dr Piet Hizbullah Khaidir MA, turut memberikan ucapan selamat.

“Kami merasa bersyukur sebagai PDM Lamongan. Karena kader-kader yang hebat itu telah tumbuh, dan akan tumbuh menjadi sempurna, insyaAllah. Setelah berproses menjadi dokter muda dan berhasil menjadi dokter. Ucapan selamat ini mudah-mudahan jadi wasilah keberkahan, wasilah kesuksesan, dan wasilah untuk mencapai pencapaian yang semakin tinggi lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya proses yang tidak instan. “Berproses itu jangan buru-buru. Jangan mengambil jalan shortcut. Semuanya ada proses panjang yang harus diikuti, dan yang paling penting adalah attitude. Kalau tadi disebutkan dr Abdur Rohman ‘al-adab fauqol ilmi’, maka saya ambil peribahasa ‘al-adab ma’al ilmi’ atau adab berjalan dengan ilmu. Bagaimana mungkin kita beradab tanpa ilmu, dan bagaimana juga kita berilmu tanpa beradab. Maka attitude itu muncul dari karakter yang dibentuk dalam proses panjang,” tegasnya.

Dr Piet juga menekankan pentingnya kerja sama dan khidmah. “Kita ini ke depan akan networking, kerjanya bareng-bareng. Tidak ada yang merasa lebih tinggi, tidak ada juga yang merasa lebih rendah. Semuanya sama. Saya berharap betul kepada adik-adik agar nantinya menjadi kader-kader yang berkhidmah. Pada kalian ada label Muhammadiyah, dan itu membawa beban yang sesungguhnya tidak hanya sebagai dokter. Dakwah tidak harus di masjid, dakwah juga bisa dilakukan di ruang praktik,” tutupnya.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu