Menjelang pelaksanaan Muhammadiyah Historical Walk (MHW) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2025 mendatang, panitia kembali menggelar rapat koordinasi penting di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Rapat yang berlangsung penuh semangat itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari lembaga pendidikan Muhammadiyah Surabaya. Di antaranya, Kepala SMAMX Surabaya Salim Bahrisy, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Achmad Jamaludin DM, dan Direktur MBA Spartans SMAMX Ir. Sudarusman.
Dari pihak panitia, hadir perwakilan Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PWM Jawa Timur yakni Agus Wahyudi, Azrohal Hasan, Anifatul Asfiyah, dan Zahra Putri Pratiwig. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Timur, Yusfit Effendi.
Agenda utama rapat tersebut adalah mematangkan berbagai aspek teknis dan nonteknis pelaksanaan MHW. Mulai dari kesiapan lokasi, fasilitas, hingga peran lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah yang akan terlibat langsung dalam kegiatan napak tilas sejarah pergerakan Muhammadiyah di Surabaya itu.
Salim Bahrisy menegaskan, pihak SMAMX siap memberikan dukungan penuh demi kesuksesan acara ini.
“Kami di SMAMX Surabaya siap membantu dan berkontribusi semaksimal mungkin untuk menyukseskan Muhammadiyah Historical Walk. Kegiatan ini bukan hanya ajang jalan sehat, tetapi juga sarana mengingat dan meneladani perjuangan para tokoh Muhammadiyah di masa awal,” ujarnya.
Sementara itu, Achmad Jamaludin dari SMP Muhammadiyah 4 Surabaya memastikan bahwa seluruh urusan teknis terkait pemberangkatan peserta akan difasilitasi dengan baik.

“Kami siap memfasilitasi keberangkatan peserta dan memastikan seluruh peserta dari kalangan siswa maupun guru bisa berpartisipasi dengan aman dan tertib,” ungkapnya.
Sementara itu, Ir. Sudarusman, Direktur MBA Spartans SMAMX, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi antar lembaga. Ia juga memberikan sejumlah masukan konstruktif, khususnya mengenai pentingnya mengangkat nilai-nilai sejarah Genteng Muhammadiyah sebagai bagian dari rute MHW.
“Genteng Muhammadiyah memiliki nilai historis yang luar biasa dalam perkembangan dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Surabaya. Ini perlu disorot agar generasi muda memahami akar perjuangan itu,” katanya.
Dari pihak panitia, Agus Wahyudi mewakili MPID PWM Jatim, menjelaskan bahwa Muhammadiyah Historical Walk tahun ini mengusung semangat reflektif dan edukatif. Kegiatan ini juga digelar untuk menyambut Milad ke-113 Muhammadiyah.
“MHW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang Muhammadiyah dalam membangun bangsa melalui amal usaha pendidikan, kesehatan, dan dakwah,” terangnya.
Dengan semakin dekatnya hari pelaksanaan, seluruh pihak berkomitmen memperkuat sinergi agar kegiatan MHW berjalan lancar dan berkesan.
Dukungan penuh dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surabaya menjadi bukti nyata bahwa semangat persyarikatan terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
Acara Muhammadiyah Historical Walk sendiri diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan tokoh-tokoh Muhammadiyah, sekaligus mempererat silaturahmi antar warga persyarikatan di Jawa Timur. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments