Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jidor PRPM Pemuda Bersinar Getarkan Kampung Sutho Sendangagung

Iklan Landscape Smamda
Jidor PRPM Pemuda Bersinar Getarkan Kampung Sutho Sendangagung
pwmu.co -
Tampilan musik tradisional jidor ini mampu memecah keheningan malam di Kampung Sutho Sendangagung, Rabo 28 Mei 2025 (Muhammad Raji/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hentakan musik tradisional jidor yang didominasi delapan rebana atau terbang, ditambah gendang gendung dan jidor sebagai bass, memecah keheningan malam di Kampung Sutho, salah satu kampung di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (28/5/2025).

Tepat pukul 20.00 WIB, lantunan musik jidor menggema dari rumah Khunafah—ibu mertua Muhammad Raji SPd, salah satu personel jidor Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung ‘Pemuda Bersinar’ yang kini dipimpin oleh Farih Hamdan SPdI.

Kelompok jidor ini lahir pada 2023 atas inisiatif H Milkan Muin, Hudiyanto, dan Gondo Waloyo. Mereka secara rutin menggelar roadshow sebulan sekali, dari rumah ke rumah para personel. Setelah sebelumnya tampil di rumah Nasih Arif di Kampung Setuli, giliran Kampung Sutho yang mendapat kehormatan, hanya 12 meter dari MTs Ma’arif Al-Muhtadi Sendangagung.

Tuan rumah, Khunafah (69), merasa senang atas hadirnya grup jidor junior di rumahnya. Bahkan, ibu enam anak dari almarhum Asmo ini sendiri yang meminta agar jidor tampil di tempat tinggalnya.

Menurutnya, musik jidor memiliki kekhasan tersendiri dan membawa nostalgia masa lalu, ketika setiap hajatan besar seperti pernikahan, sunatan, hingga coplok puser (pemberian nama bayi) diiringi dengan alunan musik jidor yang rancak dan harmonis.

Nginiki terus eleng Man Kaspar (Sukodadi). Acara begini jadi ingat paman Kaspar di Sukodadi. Dia senang sekali jidor, bahkan pernah menampilkannya di Sukodadi Lamongan,” ujarnya sambil mengenang.

Ndahneo nginiki isek ono pakmu. Masio ora asli Sendangagung, tapi nek krungu jidor iso lenggut-lenggut kudu njoget. (Andai ayahmu masih ada, alangkah senangnya dia. Meskipun bukan asli Sendangagung, kalau dengar jidor pasti ikut berjoget mengikuti iramanya),” ucapnya kepada anaknya, mengenang sang suami yang wafat empat tahun lalu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, Ketua PRPM Sendangagung Farih Hamdan menyampaikan bahwa penampilan bergiliran di rumah-rumah personel menjadikan semangat bermain jidor semakin serius.

Ayah dua anak ini juga menegaskan, meski irama jidor terdengar ramai, namun tidak sampai berisik karena temponya relatif landai dan tidak menggelegar—terutama jika tidak menggunakan pengeras suara.

Penampilan musik tradisional jidor ‘Pemuda Bersinar’ malam itu berakhir pukul 22.30 WIB. Sebelum acara bubar, seluruh personel dan warga mengadakan ramah tamah, makan bersama, serta berdiskusi mengenai kegiatan Pemuda Muhammadiyah Sendangagung sekaligus pengembangan jidor sebagai bagian dari budaya dan dakwah. (*)

Penulis Gondo Waloyo Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu