Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Juara 1 Pildacil Fashmu 2 PWM Jatim, Ini Kisah Inspiratif Akifa Naila Afandi

Iklan Landscape Smamda
Juara 1 Pildacil Fashmu 2 PWM Jatim, Ini Kisah Inspiratif Akifa Naila Afandi
Akifa Naila Afandi saat mengikuti Fashmu 2. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suara lembut tapi tegas terdengar dari Gedung At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (4/10/2025) siang.

Seorang anak perempuan dengan balutan busana muslimah berwarna putih dengan selendang Hijau bertuliskan Fashmu PDM Lamongan 2025, tampil penuh percaya diri menyampaikan ceramah berjudul “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman.”

Dialah Akifa Naila Afandi, siswi kelas 4 SD Islam Plus Al-Mudhofar Made Lamongan, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Pildacil dalam ajang Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-2 Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.

Dari Made Lamongan Menuju Panggung Jawa Timur

Perjalanan Akifa menuju podium juara bukanlah hal yang singkat. Ia harus melalui berbagai tahap seleksi. Awalnya, ia mengikuti seleksi internal di tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan, lalu melaju ke Fashmu tingkat PDM Lamongan dan berhasil menjadi juara. Kemenangan itu mengantarkannya mewakili Lamongan di ajang Fashmu tingkat wilayah.

Ketekunan dan kerja keras menjadi kunci utama keberhasilannya. “Setiap habis subuh, pulang sekolah, dan sebelum tidur, Akifa terus berlatih menghafal teks ceramah dan memperbaiki cara penyampaiannya. Bahkan sesampainya di Universitas Muhammadiyah Surabaya, ia masih sempat berlatih sambil terus berdoa,” ungkap sang ayah, Nur Afif Afandi, S.H., S.H.I., M.Kn.

Dengan tema Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman, Akifa berhasil menyentuh hati dewan juri. Dalam setiap kalimat yang diucapkannya, ia menegaskan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari keimanan, karena menjaga bangsa berarti menjaga anugerah Allah Swt.

“Melalui tema itu, Akifa ingin mengajak teman-temannya untuk bangga menjadi anak Indonesia, sekaligus terus belajar dan berbuat baik untuk agama dan negeri,” tutur Nur Afif.

Akifa Nailah saat menerima Piala Juara 1 Fashmu 2. (Istimewa/PWMU.CO)

Sosok Pendiam yang Punya Tekad Kuat

Meski dikenal pendiam dan introvert, Akifa memiliki kemampuan berpikir yang matang dan terstruktur. “Dia lebih suka mendengarkan daripada berbicara, tapi justru karena itu, dia bisa memahami perasaan orang lain dan menyampaikan pendapat dengan jelas,” ujar sang ayah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sikap pantang menyerah menjadi ciri khasnya. “Kalau belajar sesuatu, dia harus bisa. Tidak mudah menyerah sebelum berhasil,” tambahnya.

Aktif dan Berprestasi

Di luar kegiatan sekolah, Akifa juga aktif dalam berbagai kelas ekstrakurikuler seperti taekwondo, public speaking, coding, dan tari. Semua kegiatan itu menjadi sarana untuk mengasah keberanian, kreativitas, serta kemampuan sosialnya.

Hobinya membaca membuatnya kaya akan kosa kata dan ide, hal yang sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri di atas panggung. Tak heran jika gadis kelahiran 13 Desember 2015 ini tampil begitu tenang dan menginspirasi di hadapan juri.

Akifa bercita-cita menjadi dokter gigi. Meski masih kecil, semangatnya untuk menuntut ilmu dan berprestasi sudah tampak kuat. Kemenangan di ajang Fashmu menjadi langkah awal bagi perjalanan panjangnya.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi ini menjadi motivasi bagi Akifa untuk terus belajar dan berkembang. Kami berharap ia bisa menjadi anak yang berakhlak, berilmu, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Nur Afif penuh haru.

Kisah Akifa Naila Afandi menjadi gambaran nyata bahwa dakwah bisa dimulai sejak dini. Dengan kepercayaan diri, kemampuan berbicara yang terlatih, serta keteguhan iman, Akifa membuktikan bahwa generasi muda Muhammadiyah siap menjadi penerus dakwah Islam berkemajuan.

Dari panggung Fashmu 2 PWM Jawa Timur, suara kecil Akifa bergema membawa pesan besar: bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman, dan berdakwah bisa dilakukan dengan penuh cinta sejak usia belia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu