Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kader Itu Berkemajuan atau Tidak, Bisa Dilihat ketika Bikin Acara

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Ustadz Nadjib Hamid (lima dari kiri) bersama beberapa pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Surabaya. (Foto NH/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Nadjib Hamid mengatakan bahwa melihat sosok kader berkemajuan itu mudah. “Sederhana ukurannya, karena bisa dilihat dari cara hidup sehari-hari, termasuk dalam menyelenggarakan kegiatan.”

Nadjib menyampaikan hal itu saat menghadiri acara Silaturrahim Keluarga Besar Panti Asuhan Muhammadiyah se-Kota Surabaya, bertajuk “Meretas Kader Berkemajuan di Era Millenial”, yang berlangsung di halaman Gedung Panti Asuhan Muhammadiyah, Jalan Manukan Mulyo, Tandes, Surabaya, Ahad (29/10/17).

BACA Muhammadiyah Maju ternyata Sendiri-Sendiri Bukan Bersama-sama

Pria kelahiran Paciran Lamongan ini lalu menyebutkan ciri sederhana yang menunjukkan kader itu berkemajuan atau tidak, yaitu ketika membuat acara meriah dan spektakuler, tepat waktu, tidak acak-acakan, dan selesai acara langsung bersih.

“Adik-adik, Ibu-ibu, dan Bapak-bapak, penuhi semua tempat duduk yang di depan biar gaung dan syiarnya semerbak wangi. Begitu juga kegiatan panti harus disukai banyak orang,” seru Nadjib begitu dia memulai ceramah. Dia mencoba mengajak mempraktikkan bagaimana berkemajuan dalam sebuah acara.

Bapak-bapak antusias mengikuti acara. (Foto NH/

Nadjib mengungkapkan bahwa kegelisahan akan buruknya praktik Islami dalam kehidupan sehari-hari umat Islam pernah dialami Muhamamd Abduh di abad ke-19. Ketika itu dia diolok-olok oleh seorang orientaslis bahwa umat Islam itu jorok. Tak terima atas olok-olok itu Abduh berkeliling ke negeri-negeri Muslim. Dia ingin membuktikan jargon bahwa

Iklan Landscape UM SURABAYA

Meski begitu, dia tidak menemukan bahan untuk menangkis olok-olok itu. “Saya menyaksikan umat Islam itu tidak islami. Perilakunya jauh dari syariat. Jauh dari nilai-nilai luhur dan mulai,” ujar Nadjib menirukan Abduh.

BACA JUGA Bekerja karena Ujrah atau Ajrun?

Nadjib berharap bahwa kritik orientalis yang masih relevan itu bisa dijawab oleh umat Islam, termasuk Panti Asuhan Muhammadiyah.

”Kita harus berpikir ulang khusus peran dan keberadaan panti asuhan. Tidak hanya sekadar pembangunan fisik. Panti harus didorong menjadi lembaga amal usaha Muhammadiyah yang mampu menghasilkan kader-kader berkemajuan di Abad Milenial ini,” ujarnya. (Ferry Yudi AS)

Ibu-ibu juga bersemangat. (Foto NH/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu