
PWMU.CO – Udara sejuk pegunungan Purwosari, Pasuruan, menjadi saksi semangat ratusan kader Hizbul Wathan (HW) dari seluruh penjuru Jawa Timur yang mengikuti Kemah Besar Penghela dan Penuntun HW Jawa Timur, Selasa-Kamis (24–26/6/2025), di Pondok Diklat Hizbul Wathan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan kader Hizbul Wathan yang menekankan nilai karakter, militansi, keterampilan lapangan, serta semangat kepanduan. Salah satu kafilah yang tampil mencolok dalam kemah ini adalah Kafilah Muhammad Al Fatih Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).
Dengan semangat tinggi dan dedikasi penuh, para peserta Kafilah Muhammad Al Fatih menunjukkan jati diri sebagai kader muda yang tangguh dan bertanggung jawab.
“Kemah ini membuat saya lebih semangat jadi kader HW. Walaupun capek, semuanya terbayar dengan suasana kebersamaan dan kegiatan yang menyenangkan. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ungkap Muhammad Afif F, peserta dari Kafilah Muhammad Al Fatih UMPO.
Dari sesi teknik kepanduan, Lazismu fundraising, jungle rescue, vertical rescue, hingga pelatihan jurnalistik, seluruh agenda dijalani peserta dengan antusias. Bahkan, salah satu momen paling berkesan adalah kegiatan penanaman 1000 pohon sebagai bentuk kepedulian HW terhadap pelestarian lingkungan.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dengan semangat luar biasa.
“Kalian adalah kader-kader pilihan. Hadir ke sini dengan tekad kuat untuk belajar, berkontribusi, dan memperkuat gerakan Hizbul Wathan. Jadikan kemah ini sebagai ruang untuk menempa diri dan membangun karakter Islami dalam bingkai kepanduan,” tegasnya.
Di malam terakhir, suasana tenda ke tenda hingga panggung pentas seni tak pernah sepi dari gelak tawa dan canda peserta. Sorot mata penuh antusiasme menggambarkan semangat belajar dan ukhuwah yang tumbuh di antara mereka.
Pada saat penutupan, diumumkan sejumlah penghargaan. Tiga peserta Kafilah Muhammad Al Fatih UMPO berhasil meraih predikat Peserta Teraktif, menandai kontribusi aktif mereka sepanjang kegiatan.
Upacara penutupan berlangsung khidmat, menjadi simbol berakhirnya perkemahan, tetapi bukan akhir dari semangat perjuangan.
Para peserta diharapkan mampu membawa pulang nilai kedisiplinan, solidaritas, dan semangat perjuangan untuk terus menghidupkan gerakan Hizbul Wathan di Qobilah masing-masing. (*)
Penulis Rusmi Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan







0 Tanggapan
Empty Comments