Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi K.H. Ahmad Dahlan pada Ahad Wage, (1/2/2026), bertepatan dengan 13 Sya’ban 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid At Taqwa Kota Batu ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Damat, M.P., IPM sebagai pemateri utama. Kajian diikuti jamaah dengan antusias sejak pagi hari.
Mengusung tema Puasa Berkualitas: Integrasi Nutrisi dan Sains Modern, kajian ini bertujuan memberikan pemahaman puasa secara utuh, tidak hanya dari aspek spiritual, tetapi juga kesehatan dan ilmu pengetahuan modern.
Dalam pemaparannya, Prof. Damat menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain bernilai ibadah, puasa memberi kesempatan tubuh melakukan pembersihan alami.
Ia menjelaskan bahwa kelebihan gula dan lemak yang menumpuk dalam tubuh berpotensi memicu berbagai penyakit apabila tidak dikelola secara bijak melalui pola hidup sehat.
Menurutnya, saat berpuasa terjadi proses pembongkaran lemak sekitar pukul 12.00–14.00 sebagai sumber energi. Pada fase ini berlangsung pembersihan sel-sel mati.
Sel-sel mati tersebut kemudian dimanfaatkan kembali oleh tubuh untuk regenerasi sel baru. Proses ini berdampak pada penurunan berat badan serta peningkatan kesehatan fisik dan kejernihan pikiran.
Puasa juga berperan dalam menurunkan kadar insulin, sehingga membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh secara alami dan berkelanjutan.
Agar tubuh tetap segar selama berpuasa, Prof. Damat menekankan pentingnya selektif memilih makanan saat sahur. Jamaah dianjurkan menghindari makanan cepat cerna.
Makanan lambat cerna seperti umbi-umbian dinilai lebih baik. Selain itu, asupan protein, serat dari sayur dan buah, serta cukup cairan sangat dianjurkan.
Jamaah juga diimbau menghindari minuman diuretik seperti teh dan kopi, gorengan, serta aktivitas fisik yang berlebihan selama berpuasa.
Saat berbuka puasa, Prof. Damat menganjurkan diawali dengan kurma dan air putih. Ia mengingatkan agar menghindari kolak dan gorengan berminyak.
Sebagai penutup, kajian ini diharapkan meningkatkan kesadaran bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi pembinaan diri secara menyeluruh.
Integrasi nilai ibadah dengan pemahaman nutrisi dan sains modern menjadi bekal penting agar puasa dijalani secara sehat, berkualitas, dan bermakna.





0 Tanggapan
Empty Comments